magista scarpe da calcio Rebutan Warisan, Adik Dihajar


Rebutan Warisan, Adik Dihajar

 
MALANG - Entah apa yang ada dibenak Dulmanan, 66, warga Dusun Babaan Desa Ngasem Kecamatan Ngajum. Rabu (12/7) lalu, ia tega menganiaya adik kandungnya sendiri, hanya karena rebutan warisan. Akibat penganiayaan itu, Bashori, 65, warga yang sama harus mengalami luka robek di bibir serta kepalanya. Sementara Dulmanan, beberapa jam setelah kejadian langsung diamankan petugas Polsek Ngajum. “Tersangka kami tangkap di rumahnya. Barang bukti yang kami amankan adalah sepotong kayu yang digunakan menganiaya korban,” ujar Kapolsek Ngajum, AKP Gianto.
Menurutnya, antara korban dengan tersangka ini sebelumnya memiliki masalah. Meski masih saudara kandung, namun mereka saling bermusuhan. Gara-garanya hanya karena pembagian warisan dari orang tua mereka.
Aksi penganiayaan terjadi di jalan kampung, persis depan rumah Sopii, tetangganya sekitar pukul 04.10. Kejadiannya berawal ketika tersangka Dulmanan, pagi itu pergi ke sawah tak jauh dari rumahnya untuk melihat pengairan sawahnya. Setelah melihat-lihat, ia lantas pulang.
Di tengah perjalanan, ia berpapasan dengan adik kandungnya Bashori (korban, red). Saat itu, Bashori hendak pergi ke Masjid, untuk salat subuh. Ketika berpapasan itulah, Dulmanan langsung memukulkan kayu yang sebelumnya dipegang ke arah wajah adiknya.
Sekali pukul, bibir korban langsung berdarah. Tubuh korban pun juga langsung sempoyongan, yang kemudian terjatuh. Apesnya saat jatuh kepalanya membentur batako hingga mengakibatkan luka robek.
Usai menganiaya, tersangka langsung kabur. Korban ditolong oleh warga sekitar untuk dilarikan ke Puskesmas. Karena tidak terima, keluarga korban lantas melaporkan ke Polsek Ngajum. 
Berdasarkan laporan itulah, polisi lantas menangkap tersangka di rumahnya. “Saya khilaf dan terpancing emosi saja. Sekarang ini saya baru menyesal,” tutur tersangka Dulmanan.(agp/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top