Terpicu Drama Korea, Rosyid Dipenjara


MALANG -  Rosyid, 35, warga Jalan Bandulan Malang dibekuk polisi. Dia dilaporkan beberapa kali melakukan kekerasan seksual kepada putri kandungnya, Debora (bukan nama sebenarnya), 14. Dalam rilis Satreskrim Polres Malang Kota (Makota), Rosyid melakukan karena dipicu adegan ciuman dari sinema Drama Korea (drakor).
“Semua berawal dari laporan yang diterima tersangka, bahwa korban, menonton drama Korea yang di dalamnya ada adegan cium-ciuman,” kata Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra. Setelah mengetahui bahwa Debora menonton drama Korea, Rosyid marah.
Tersangka lalu bertanya kepada anaknya yang masih kelas 4 SD, apakah mau tahu rasanya berciuman. Dengan ancaman kekerasan fisik, Rosyid meminta Debora menanggalkan bajunya satu per satu hingga telanjang. Melihat putrinya yang tak memakai sehelai kainpun, hasrat Rosyid naik.
Kebiadaban pekerja serabutan itu dimulai. Setiap hari, selama empat tahun, Debora harus melayani kebinatangan Rosyid. Bahkan, dalam seminggu, Rosyid bisa melakukan kekerasna seksual anak kandungnya hingga delapan kali.
Selain melakukan kekerasan seksual, Rosyid juga memukul Debora supaya tidak lapor kepada orang lain. Ibu Debora sendiri, adalah buruh pabrik rokok yang tidak bisa setiap saat berada di rumah. “Tersangka melakukan perbuatannya saat rumah sepi. Korban takut dengan tersangka,” jelas Ambuka.
Setelah memasuki usia 14 tahun, Debora memberanikan diri melapor ke keluarganya, dengan barang bukti baju tersangka. Pada 18 November 2017, Debora memutuskan melapor kepada bibinya, yang langsung dilanjutkan ke Unit PPA Reskrim Polres Makota.
Pada saat yang bersamaan, Rosyid pergi dari rumah selama tiga hari. Setelah itu, 21 November lalu, ibu Debora bersama polisi, memancing korban dengan cara SMS untuk bertemu di Taman Singha Merjosari pada pukul 05.00.
Tersangka datang dan langsung diciduk. Polisi menetapkan pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tersangka terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara. (fin/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...