Polisi Curiga Perampok Sarimin Orang Dekat


MALANG - Unit Reskrim Polsek Dampit, masih menyelidiki empat perampok bercadar dan bersenjata tajam, yang beraksi di rumah makelar tanah, Sarimin, warga Desa Pamotan, Dampit, pada Minggu dini hari lalu. Polisi menduga ada keterlibatan orang dekat dalam kasus perampokan tersebut.
"Kami masih menyelidiki pelakunya. Sampai saat  anggota di lapangan untuk memburu pelaku perampokan itu," ungkap Kapolsek Dampit, AKP Amung Sri Wulandari.
Menurutnya, dalam kasus perampokan itu, pihaknya masih mendalami dugaan orang dekat korban yang ikut terlibat. Ini karena, selain pelaku mengerti kondisi sekitar rumah korban, juga mengerti kalau selama ini korban memiliki uang banyak.
Setiap kali usai menjual tanah ataupun sapi, korban selalu menyimpan uang di rumah hingga ratusan juta. "Dugaan keterlibatan orang dalam ini, terus kami dalami. Setiap perkembangan di lapangan, selalu kami evaluasi untuk segera menangkap pelakunya," jelas mantan Kapolsek Pakisaji ini.
Selain mengumpulkan keterangan saksi di lapangan, Polsek Dampit juga berkoordinasi dengan Tim Buser Polres Malang. Beberapa orang yang dicurigai, terus dilakukan pemantauan. Termasuk mencari bukti petunjuk baru untuk bisa menangkap pelakunya.
Diberitakan sebelumnya, empat perampok bercadar dan menghunus senjata tajam, beraksi di rumah Sarimin, pada Minggu dini hari lalu. Pelaku lewat jalan samping, kemudian masuk melalui jendela. Setelah itu menuju ke kamar korban.
Sarimin dan istrinya disekap dalam kamar. Bahkan pelaku sempat memukul paha Sarimin dengan punggung senjata tajam jenis pancor. Termasuk istrinya, ditendang salah satu pelaku hingga membuat bibirnya memar.
Setelah korban dan istrinya berhasil dilumpuhkan, pelaku lantas mengobrak-abrik ruangan. Mereka mengambil uang tunai Rp 21 juta serta sebuah HP Nokia. Baru kemudian kabur lewat jalan semula dengan jalan kaki. (agp/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :