Polisi Masih Cari Zaki

MALANG –  AH Zaki Amali, mahasiswa UIN Maliki yang diduga kuat sebagai pria yang menghamili ND, sesuai informasi Malang Post pada Rabu (13/7), sudah diamankan kepolisian dan diinterogasi. Namun, Polisi justru mengaku masih mempersiapkan surat pemanggilan untuk AH Zaki Amali, mahasiswa UIN Maliki yang diduga kuat sebagai pria yang menghamili ND (20 tahun).

Polres Malang Kota yang saat ini juga masih mencari keberadaannya, mengirimkan surat pemanggilan tersebut kepada pihak kampus maupun keluarga Zaki
“Kita akan lakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan,” kata Kapolres Makota, AKBP Hoiruddin Hasibuan. Polres Makota sudah menetapkan Zaki sebagai saksi karena namanya disebut oleh ND dalam Berita Acara Pemeriksaan. ND menyebut nama tersebut saat dimintai keterangan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.
Zaki sendiri diketahui sudah menghilang dari tempat KKN di Kabupaten Malang setelah berita ND yang hamil dan dijadikan tersangka, terpapar di media. Polres Makota menegaskan bahwa status Zaki masih saksi dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah. Saat dikonfirmasi, pihak UIN Maliki sendiri masih belum bicara banyak.
Sementara itu, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) akan mengeluarkan ND beserta pacarnya yang diduga bernama Zaki. Kedua mahasiswa semester 4 itu dianggap telah mencemarkan nama baik kampus. Di dalam lingkungan civitas akademik UIN sebenarnya dididik untuk tidak berpacaran yang melampaui syariat islam.
Rektor UIN, Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si akan menindak tegas keduanya. “Mereka sudah sangat melanggar etika kampus. Juga telah merusak citra kampus. Kita ini kan kampus berlandaskan agama, kenapa sampai bisa terjadi seperti itu. Saya malu sungguh,” terang Mudjia.
Untuk teknisnya, ia menjelaskan tidak akan mengeluarkan kedua mahasiswanya tersebut secara langsung. Tapi ia akan meminta keduanya mengundurkan diri. “Ya mereka kan masuk UIN secara terhormat, jadi kami juga mengeluarkan secara terhormat. Walaupun yang dilakukan tidak terhormat,” terangnya.
Mudjia mengaku terkejut, ketika ia sedang melakukan tugas di luar kota mendengar kabar tersebut. Untuk kasus hukum, ia menyerahkan kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti secara tegas. Sebagai rektor, ia merasa bertanggung jawab atas ini. Ia berjanji akan segera menuntaskan kasus ini. Tindakan juga akan segera ia ambil. UIN Maliki mengaku siap kooperatif dengan Polres Makota apabila dibutuhkan untuk membantu penyelidikan maupun penyidikan.

Zaki yang belum terdeteksi keberadaannya oleh media, tak banyak menyisakan jejak di dunia maya. Akun Facebook miliknya, AH Zaki Amali, kali terakhir mengunggah kiriman pada 7 Juli 2017 pukul 20.26 WIB. Dalam kiriman di Facebook, Zaki berfoto di pinggir sungai sembari membawa bunga berwarna kuning.
“Buat kau yang jauh di sana,aku cuma bisa meratapi air yang mengalir deras di hadapan ku,dan aku cuma bisa mengucapkan semoga kau baik-baik saja di sana dan bunga yang ku genggam ini semoga terhanyut oleh air yang mengalir deras dan sampai kepada genggamanmu,” kicau Zaki di akunnya.
Setelah kiriman ini, Zaki tak lagi tampil di dunia maya. Sementara itu, ND sendiri kabarnya segera dipindahkan dari ruang tahanan Polres Makota ke LP Wanita IIA Sukun. Kasatreskrim Polres Makota, AKP Heru Dwi membenarkan bahwa proses pemindahan tahanan dilakukan setelah kondisi ND membaik paska dirawat di RSSA Malang.
“ND dipindahkan ke LP IIA Wanita Sukun sebagai tahanan titipan Polres,” kata Heru kepada Malang Post. Terpisah, menurut pengakuan Ketua RT 04 RW 03 Kertorejo Achadun (46) orangtua ND sudah membersihkan kamar kos Jalan Kertorejo 2 yang dijadikan tempat tidur mahasiswi semester 4 Akuntansi UIN Malang.
“Kamar ND sudah dibersihkan dan orangtuanya minta maaf kepada warga, apabila dianggap menyusahkan masyarakat. Orangtuanya juga minta agar cucu mereka yaitu Putri Anjani, didoakan. Rencananya, besok (malam ini) ada tahlilan untuk bayi ini, digelar di kos-kosan,” kata Achadun.
Dia menyebut, sejak ada temuan bayi meninggal, penghuni kos Kertorejo 2 yang semuanya perempuan, tidak berani tidur di situ lagi. Pasca aktivitas pagi dan sore hari, mereka menumpang di rumah teman saat malam hari, sehingga kos Jalan Kertorejo 2 selalu kosong.(fin/sin/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :