Isu Kolor Ijo Teror Dampit


MALANG - Masyarakat serta perangkat Desa Amadanom, Dampit,  sempat resah dengan kabar teror Kolor Ijo di desanya. Apalagi, kabar tersebut menjadi viral di media sosial Facebook (FB).  Dikonfirmasi hal ini, Kepala Desa Amadanom, Sarimin ikut terjun mencari tahu.
Dia sempat mengumpulkan seluruh perangkat desanya. Mereka diminta menyebar untuk mencari informasi ke warganya. “Saya sempat kaget dengan kabar itu. Jangankan warga, saya saja juga resah,” ungkapnya.
‘Tetapi semua warga sudah kami tanya, tidak ada yang membenarkan,” terangnya. Dalam Facebook itu, pelaku yang diketahu sebagai Kolor Ijo bahkan terekam CCTV. “Warga saya tidak ada yang memiliki CCTV di rumahnya,” ungkapnya.
“Itu kabar bohong dan telah membuat masyarakat resah. Kami minta jika memang diselidiki oleh polisi, agar pelakunya bisa diproses. Sebab ini pelanggaran hukum yang sangat membuat warga kami resah,” tegas Sarimin.
Kabar teror Kolor Ijo tersebut, terlihat pertana diunggah oleh pemilik akun Ndik di Komunitas Peduli Malang (KPM). Hingga pukul 15.00 , sudah dibagikan sebanyak 12 kali. Terakhir dibagikan oleh pemilik akun Ecko Riwayadi, dengan 209 komentar.
Dalam unggahan dijelaskan sebagai berikut : Info Dhulur. TEROR KOLOR IJO. Ada hal yg menarik dalam  berita medsos ini, kok  masih ada Kolor Ijo beraksi kembali. Kejadian ini muncul kembali di daerah Desa Amadamon, Dampit, Kabupaten Malang.
“Warga sekitar sana beberapa hari ini kemalingan pakaian dalam ( celana dalam ) wanita saat dijemur di luar, bahkan di dalam almari  di rumah salah satu warga di sana hampir ludes celana dalamnya diambil si kolor ijo,” isi keterangan dalam berita itu.
“Kenapa kok ngak ngambil laptop atau kamera yg dekat lemari tersebut kata pemilik rumah yg geram sama kolor ijo , kok cuman celana dalamnya dia yg diambil. Pemilik rumah yg kehilangan menambahkan kalau ciri2 Kolor  Ijo itu badan gempal , tubuh agak kurus , tinggi kurang lebih 167 Cm dan Umur kira2 20 sampai 30an,” tambahnya.
“Yaaa Namanya Kolor ijo ya tetap Kolor ijo semoga terungkap pelakunya alias Si kolor ijo biar ngak meresahkan masyarakat,” tulisnya. Dari unggahan itu, banyak komentar dari netizen. Ada yang percaya, ada yang mengatakan hoax dan hanya sekadar bercanda.
Seperti komentar pemilik akun Bakol Koplak. 'Keat a seng gawe berita HOAX. Iku foto2 jadul...kemeroh tapi keminter jan kepingin golek sensasi'. Begitu juga dengan Henny Alfiyana: 'Koyok beritae nek pojok kampung mau bengi, nek daerah ngendi pas g ngrungokne'.
Vya Arifinanto juga menepis dalam komentarnya. 'Temen ta Hoax iki??? q Amadanom lho'. Pemilik akun Kang Purnok juga demikian. 'Aku wong Amadanom kok g krugu babar blaas'. Buntut dari kabar di medsos ini, Kapolsek Dampit, AKP Amung Sri Wulandari langsung turun ke lapangan melakukan penyelidikan.
Selain menanyakan langsung kepada warga, polwan ini juga menemui Sarimin serta perangkat desa. “Kami sudah cek dan kabar itu tidak benar. Berita itu sudah jelas membuat resah warga,” tegasnya kepada Malang Post.
Dengan kabar tersebut, mantan Kapolsek Pakisaji ini mengaku sudah meminta anggotanya untuk mencari siapa penyebar kali pertama kabar bohong itu. Petugas pun juga langsung melacak dan mencari informasi dari Facebook.
“Kami akan koordinasi dengan Polres Malang untuk melacak penyebar berita bohong ini. Yang jelas, orang yang menyebarkan berita ini telah melanggar Undang-undang IT dan bisa diproses hukum. Kami cari apa motifnya membuat berita bohong itu karena membuat warga resah,” pungkasnya. (agp/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...