magista scarpe da calcio Hujan Deras, Rumah Warga Kasin Ambrol


Hujan Deras, Rumah Warga Kasin Ambrol


MALANG - Hujan deras akibat Siklon Tropis Cempaka mulai Selasa sore, juga memakan korban di Kota Malang. Hujan merontokkan rumah milik Suciati, 45 tahun warga Jalan Arif Margono gang 10 RT 07 RW 07 Ngaglik, Kelurahan Kasin Klojen. Rumah berukuran panjang 5 meter dan lebar 8 meter pun ikut ambrol. Kerusakan parah rumah yang ditinggali Suciati bersama anaknya Merina disebabkan oleh beban rumah yang tak bisa ditahan plengsengan sungai.Kepada petugas, korban rumah ambrol menuturkan bahwa dia dan putrinya sedang berada di rumah tetangga, pukul 18.00 WIB.
"Saat saya sedang berada di rumah tetangga, hujan sangat deras. Tiba-tiba saya dengar ada suara keras dari arah rumah saya," kata Suciati kepada petugas . Setelah mendatangi arah suara runtuh itu, Suciati langsung lemas melihat kediamannya sudah porak poranda.
Kerusakan paling parah adalah bagian belakang rumah yang posisinya dekat dengan plengsengan sungai. Kamar mandi ukuran 2 kali 3 meter ambrol ke arah sungai. Begitu juga, satu kamar tidur di dekat kamar mandi juga amblas. Dapur rumah ibu rumah tangga ini pun tak terselamatkan. Rumahnya dipastikan hancur total dan belum bisa ditinggali.
Selain kerusakan rumah, barang perabotan rumah ikut tergulung longsor plengsengan sungai ini. Yakni satu mesin jahit, satu buah tempat tidur ukuran 1 kali 2 meter, satu buah lemari pakaian dan satu buah bufet. Petugas BPBD Kota Malang yang datang ke lokasi, ikut membantu evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Sampai berita ini diturunkan, Suciati dan putrinya masih belum bisa menempati rumah sehingga harus mengungsi ke tetangganya.
Perhitungan kerugian rumah Suciati yang ambrol, diprediksi mencapai puluhan juta rupiah. Selain rumah Suciati, longsor ini juga berdampak pada rumah tetangganya, yakni Munaji 41 tahun. Pondasi bagian belakang rumahnya tertimpa longsoran meskipun tidak sampai ikut ambrol seperti kediaman Suciati.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Malang J Hartono mengatakan petugas yang turun ke lapangan, langsung melakukan beberapa upaya. "Kita persiapkan terpal tiga buah untuk tindakan paska bencana. Kita tutupi area yang sudah longsor dengan terpal agar tidak terkena air hujan. Dengan begitu, longsor susulan bisa diminimalisir," kata Hartono kepada Malang Post.
Selain memberikan perlindungan terhadap area longsor dari hujan,  BPBD Kota Malang juga memasang pembatas agar tidak ada warga yang mencoba masuk ke rumah yang ambrol ini. Pasalnya, hasil evaluasi petugas lapangan, Hartono menyebut rumah tersebut masih tidak aman untuk dipijak. Mengingat, rumah ini berada di dekat plengsengan sungai.
Hartono menyebut rumah di pinggir sungai sangat rawan mengalami longsor. "Kami pasang barikade agar rumah tersebut tidak ditinggali karena potensi ambrol lagi. Secara aturan sudah salah dan berbahaya kalau rumah berdiri di dekat plengsengan sungai," tambahnya. Menurut Hartono, masyarakat Kota Malang, terutama yang tinggal di daerah pinggiran sungai harus waspada.
Curah hujan diprediksi masih tinggi. Hartono menyebut pihak RT RW setempat juga diminta melapor kepada Kelurahan Kasin untuk pencatatan kejadian ini. Pihaknya juga berkoordinasi dengan DPUPR Kota Malang karena rumah tersebut berada di pinggiran sungai dan perlu ada perbaikan plengsengan. "Kami tetap sarankan jangan tinggal di rumah dekat bantaran sungai. Ini terkait nyawa. Beruntung ibu ini ada di rumah tetangga. Kalau dia sedang di kamar dan tidur lalu rumahnya longsor kan berbahaya," tutupnya.(fin/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang