magista scarpe da calcio Bertahun-tahun Edarkan Pil Koplo


Bertahun-tahun Edarkan Pil Koplo

 
MALANG - Peredaran pil koplo di wilayah Kabupaten Malang kian marak. Terbukti, polisi berhasil membekuk Novianto, 24 tahun, warga Dusun Ngelak, Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Rabu (29/11). Ia mengedarkan obat-obatan terlarang sudah bertahun-tahun di wilayah Dampit dan sekitarnya. Sasarannya, pelajar dan masyarakat umum. Tak heran, selama ini Novianto cukup meresahkan masyarakat sekitar akibat menjual barang haram tersebut. 
"Penangkapan remaja pengedar pil LL atas nama Novianto tepat dilingkungan rumahnya RT. 08 RW.12 Dusun Ngelak, Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Ia kami tangkap Selasa (28/11) sekira pukul 22.30 WIB dengan barang-barang bukti pil LL milik tersangka," ujar Kanit Reskrim Polsek Dampit Iptu Soleh Masudi kepada Malang Post.
Ia menjalaskan, penangkapan terhadap bandar kelas teri tersebut berkat dari pengembangan kasus sebelumnya. 
"Ini merupakan kasus dari penangkapan pemakai di Terminal Dampit, sehingga kita berhasil kembali mengamankan tersangka di wilayah rumahnya," terangnya.
Awal mulanya, lanjut dia, petugas Unit Reskrim Polsek Dampit menangkap dua orang yang mencurigakan di Terminal Dampit. Keduanya yakni, Udin Ferdianto dan Ribut Hariyanto. Setelah dilakukan penggeledahan di saku jaket salah satunya pihak polisi menemukan pil doble L berjumlah sepuluh butir yang disimpan di dalam bungkus rokok. 
"Barulah setelah dilakukan introgasi kepada bersangkutan. Diketahui membeli obat-obatan terlarang dari Novianto di rumahnya seharga Rp 20 ribu. Sehingga dari informasi tersebut kita bisa mengamankan tersangka," terangnya.
Dari penyelidikan, Novianto mengakui telah mengedarkan obat-obatan terlarang bertahun-tahun dengan menjual ke pelajar dan masyarakat umum. Selain itu ia menjual pil LL seharga Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per tiknya, dengan setiap tik berjumlah 10 pil koplo.Dimana saat petugas menangkap tersangka ditemukan 110 butir pil Doble L di dalam tas hitam yang berada di kamarnya Saat ini,  tersangka yang telah diamankan beserta barang bukti yang diantaranya 10 butir Pil LL dari pembeli, 110 butir Pil LL yang siap edar, dua buah HP merk Asus dan Samsung serta uang tunai sebesar Rp 980 ribu hasil dari penjualan. 
"Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya karena telah menyalahgunakan dan menjual obat-obatan ilegal, tersangka akan dikenai pasal 196-7 UU 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal sepuluh tahun," pungkasnya. (eri/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :