Komplotan Pencuri Lovebird Dibekuk


 
MALANG - Popularitas burung aduan Lovebird sungguh menggoda pelaku tindak kejahatan. Burung berharga ratusan ribu sampai puluhan jutaan rupiah ini, akhirnya menjadi sasaran gerombolan pencuri asal Sumbermanjing Wetan. 
Johanes Edwin, 42, warga Jalan Ciliwung Malang menjadi salah satu korbannya. Burung seharga Rp 30 juta miliknya lenyap ketika ditaruh di teras rumahnya, 15 November 2017 lalu. Padahal menurutnya, pagar rumahnya terkunci rapat. 
Dia pun melaporkan peristiwa pencurian itu ke Mapolsekta Blimbing, setelah dua hari pencarian yang dilakukannya tidak membuahkan hasil. Saat melapor, Edwin juga membawa sertifikat juara lomba dari burung Lovebird peliharaannya.
Sertifikat ini menjadi barang bukti sekaligus petunjuk bagi polisi untuk melacak keberadaan burung Edwin.
“Burung itu tidak mungkin lepas dari sangkar,” katanya kepada petugas. Polisi melakukan penyelidikan berdasarkan laporan Edwin.
“Tiap pagi, korban memiliki kebiasaan memberi makan burung. Tapi ketika menuju teras, ia melihat burung Lovebird miliknya sudah raib,” kata Kapolsekta Blimbing, Kompol Slamet Riyadi.
Ia mengaku berhasil mengendus siapa pelaku pencurian tersebut, setelah melakukan penyelidikan. 
“Intinya, anggota kami mendapat informasi siapa saja pelakunya,” katanya.
Hasilnya, empat tersangka asal Dusun Jamberejo, Desa Ringin Kembar, Sumbermanjing Wetan berhasil dibekuk di rumahnya masing-masing tanpa perlawanan.
Yakni Adi Virmansyah, 18, Fathan Afgani, 19, Dimas Purwanto, 19, dan Abdul Rohim, 18. Sedangkan satu tersangka lagi yaitu Feri Irawan, 18, warga Desa Klepu RT08 RW01, Sumbermanjing Wetan.
“Kami juga sita burung Lovebird milik korban yang sesuai dengan sertifikat milik korban. Mereka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan, ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tutup mantan KBO Satreskoba Polres Malang Kota ini. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...