Jual Sabu Terancam 5 Tahun

 
MALANG – Sabu-sabu masih beredar di Kota Malang kendati kepolisian melakukan penggerebekan dan razia. Didik Fredianto 23 tahun dan Ages Pramadani 25 tahun, warga Jalan Sawojajar VII Kelurahan Sawojajar Malang, diciduk saat pesta sabu sebelum akhirnya ditahan dan dilimpahkan ke Kejari Malang untuk didakwa.
Dalam berkas dakwaannya, jaksa Kejari Malang, Desi Sari Dewi SH menyebut Didik dan Ages terlibat dalam jaringan transaksi sabu-sabu. Berkas perkara 659/Pid.Sus/2017/PN Mlg menyebut tertangkapnya Didik dan Ages berawal dari pembelian sabu-sabu oleh Diki Endra Prasetya, saksi yang juga sudah diciduk Resnarkoba Polres Makota.
“Terdakwa Didik Fredianto mendapatkan pesan lewat BBM dari saksi Diki Endra Prasetya yang menanyakan apakah terdakwa mempunyai narkotika jenis shabu seharga Rp 400 ribu. Dan dijawab oleh terdakwa Didik akan mengabari jika narkotika jenis shabu itu ada,” kata Desi dalam berkas dakwaannya.
Setelah itu, Didik menghunbi Ages Pramadani dan mengaku ingin beli narkotika sabu seharga Rp 700 ribu. Ages mengaku akan mencari shabu-shabu tersebut terlebih dahulu. Setelah itu, Ages menyebut shabu-shabunya sudah tersedia dan Didik menghubungi Diki Endra bahwa pesanannya siap.
Didik bersama Diki, datang ke rumah Ages Jalan Sawojajar VII Kelurahan Sawojajar dan menyerahkan uang sebesar Rp 600 ribu. Uang Diki Endra sebesar Rp 400 ribu, sedangkan uang Didik Rp 200 ribu. Ages menyumbang Rp 100 ribu untuk membeli shabu seharga Rp 700 ribu dari DPO yang kini menjadi buronan polisi.
Ages menyerahkan sabu seberat 0,5 gram kepada Didik. Lalu, Didik mengambil sedikit dan sisanya diberikan kepada Diki Endra yang pulang ke rumah. Sementara, Didik dan Ages masih berada di Sawojajar VII lalu mengeluarkan pipet dan memasukkan shabu tersebut. Malam harinya, rumah tersebut digerebek oleh Resnarkoba.
Keduanya kini mendekam di LP Lowokwaru sebagai tahanan Kejari Malang dengan barang bukti shabu dan handphone sebagai alat transaksi. Desi menyebut keduanya terancam hukuman penjara minimal 5 tahun.“Terdakwa diancam pidana pasal 114 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” tutupnya.(fin/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :