Kendalikan Transaksi Dobel L dari LP

 
MALANG – Ulah Muhammad Zaini alias Jeni alias Bolot, 34 tahun warga Lesanpuro II/50 RT 01 RW 01 Lesanpuro memang luar biasa. Kendati sudah divonis penjara 4 tahun enam bulan oleh PN Malang karena kasus sabu, Bolot masih saja bisa mengendalikan transaksi dobel L dari dalam LP.
Kasus ini terungkap dalam berkas perkara Kejari Malang 654/Pid.Sus/2017/PN Mlg yang ditangani oleh jaksa Samsul A Sahubawa SH, jaksa penuntut umum. 
“Terdakwa Sudiono alias Yanto dan Muhammad Zaini alias Bolot, melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar,” kata Samsul dalam berkas dakwaannya.
Zaini alias Bolot, buruh harian lepas yang juga tercatat tinggal di Jalan KH Hasyim Asyari RT 03 RW 03 Kedungkandang Malang, sudah memiliki perjanjian dengan Sudiono alias Yanto. Saat Zaini menghuni LP Lowokwaru, dia berpesan kepada Yanto agar menyimpan tablet dobel L sebanyak 200 ribu butir untuk dijual ke pelanggan.
Tiap pembelian, Sudiono dijanjikan upah sebesar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu, tergantung jauh dekatnya pesanan pil LL ini. Terungkapnya pengedar dobel L sebanyak ratusan ribu butir ini, berawal dari transaksi yang dilakukan oleh Sudiono atas perintah Zaini. Sudiono, menjual sebanyak 1000 pil dobel L kepada Didik Fredianto dengan tempat transaksi di gang Sate Jalan Ki Ageng Gribig Madyopuro.
Setelah transaksi, ternyata kepolisian sudah mengendus gerak-gerik Sudiono. Petugas Resnarkoba lalu menggerebek Sudiono di kos-kosannya di daerah Kelurahan Sawojajar, lalu dibawa ke rumahnya Jalan Karangkates Kabupaten Malang. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan puluhan botol dobel L yang berisi total 200 ribu pil dobel L.
Sudiono lalu ditanyai soal kepemilikan ratusan ribu pil dobel L tersebut. Yanto akhirnya mengaku bahwa barang-barang ilegal ini milik Zaini yang sedang menghuni LP Lowokwaru karena kasus narkoba. Zaini pun tak bisa berkutik karena dia sendiri berada di LP Lowokwaru saat mengendalikan peredaran dobel L.
Dia ditangkap dan kembali akan menghadapi sidang PN Malang untuk kasus dobel L ini. Samsul mengenakan tiga pasal sekaligus untuk menjerat Zaini dan Sudiono.“Perbuatan terdakwa diancam pidana pasal 197, 196, 198 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,” tambahnya. Zaini dan Sudiono dijadwalkan menjalani persidangan pada Rabu 6 Desember 2017 di PN Malang.(fin/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :