Kasus ADD Tinggal Selangkah


 
MALANG - Kepala Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Mujiono, kemungkinan akan lama meringkuk dalam penjara. Selain kasus pungli yang berujung operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Polda Jatim, kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD), juga akan menyusul.
Tinggal selangkah lagi, berkas perkaranya akan lengkap dan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen. Kanit Tipidkor Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum mengatakan bahwa berkas perkara dugaan korupsi ADD yang dilakukan Mujiono, tinggal melengkapi petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU).
 "Tinggal satu poin saja. Yakni tentang pemalsuan tanda tangan, yang perlu pembuktian," ujar Sutiyo.
Setelah petunjuk Jaksa dilengkapi, berkas perkara selanjutnya akan dikirim lagi ke Kejari Kepanjen untuk diteliti ulang. Begitu berkas nantinya dinyatakan lengkap atau P21, maka secepatnya akan ada pelimpahan tahan kedua dengan menghadirkan tersangka.
"Kalau memang nantinya sudah P21, maka kami akan koordinasi dengan penyidik Polda Jatim yang menangani kasus OTT. Teknis menghadapkan tersangka seperti apa, masih menunggu koordinasinya," terang Sutiyo.
Ditambahkannya, terkait kasus ADD ini, Polres Malang telah menetapkan Mujiono sebagai tersangka. Kades Druju ini, terbukti bersalah menyelewengkan ADD tahun 2013-2014, dengan nilai kerugian sekitar Rp 200 juta.
Sekadar diketahui, Mujiono dilaporkan oleh warganya ke Polres Malang, pada 2014 silam. Ia diduga menyelewengkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2013-2014. Nilainya sekitar Rp 200 juta lebih.
Laporan warga terkait ADD ini, karena adanya laporan fiktif yang dibuat oleh Mujiono. Misalnya, anggaran untuk program kemiskinan, pendidikan, kepemudaan dan pembangunan. Semuanya fiktif, tidak ada realisasinya. Namun hingga berjalan empat tahun ini, laporan dugaan korupsi tersebut masih belum tuntas.
Sementara, Kamis (23/11) lalu Kades Druju, Mujiono, ditangkap Tim Saber Pungli Polda Jawa Timur. Ia diduga melakukan pungutuan liar pengurusan balik nama akta jual beli (AJB) tanah, milik warganya.
Mujiono ditangkap di rumahnya Dusun Wonorejo, Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, sekitar pukul 18.00. Penangkapannya setelah menerima uang sebesar Rp 10 juta, dari Sugiono warga setempat untuk biaya balik nama AJB tanah. Barang bukti uang ditemukan di atas meja dengan ditutupi topi.
Pungutan liar yang dilakukan Mujiono sudah berlangsung sejak lama. Ada banyak warga yang menjadi korban Pungli sang Kades. Namun baru dua orang yang resmi melapor ke Polda Jatim. Yakni Sugiono serta H Sugianto.
Keduanya sama-sama mengurus  balik nama AJB tanah. Sugiono dimintai uang Rp 11 juta, namun setelah nego hanya dibebani Rp 10 juta. Sedangkan H Sugianto, dimintai uang Rp 26 juta, namun setelah dinego akhirnya turun menjadi Rp 16 juta. Tetapi oleh H Sugianto baru dibayar Rp 5 juta.
Penarikan biaya pengurusan balik nama AJB tanah, sangat di luar kewajaran. Mujiono menarik biaya atas kemauan sendiri, tidak berdasarkan ketentuan.(agp/jon)

Berita Lainnya :