Ngaku Polisi Malah Embat Burung


MALANG - Seragam polisi memang kerap menjadi modus bagi para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Itulah yang dilakukan Ardyanto, 41, asal Perum Turen Permai RT04 RW10 Desa Padi Talangsuko, Turen.
Dia dibekuk Unit Reskrim Poncokusumo, Senin (4/12) sekira pukul 18.00 di rumahnya. Kanitreskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto mengatakan, penipuan atau penggelapan yang dilakukan tersangka Ardyanto telah berjalan dua tahun ini.
“Tidak tanggung-tanggung tersangka bahkan melakukan penipuan dengan mengaku sebagai anggota Polsek Poncokusumo,” ujar Andik kepada wartawan. Ia menjelaskan, dengan modus tersangka itu, banyak korban yang percaya begitu saja.
Salah satunya adalah  H. Ropi'i, 65, warga Desa Belung RT01 RW03 Poncokusumo. “Awalnya tersangka mengaku anggota. Setelah mendapat kepercayaan dari para korban, tersangka langsung membeli burung tersebut dan melakukan transaksi di depan Polsek Poncokusumo,” bebernya.
Diketahui, lanjut Andik,  burung yang akan dibeli adalah jenis burung Lovebird sebanyak enam ekor dengan harga Rp 18 juta. “Saat itulah korban disuruh menunggu di depan polsek dan pelaku berpamitan mengambil uang di ATM,” ungkapnya.
Aksi tipu-tipu ini baru disadari korban, ketika pelaku tidak kembali. Dia lalu menanyakan ke petugas jaga Polsek Poncokusumo. Setelah mendapat penjelasan tidak ada polisi bernama Ardyanto, korban pun melaporkan penipuan yang dialaminya.
“Setelah kami lakukan penyelidikan, pelaku berhasil kami tangkap di rumahnya. Pelaku mengakui sering melakukan perbuatan serupa. Salah satunya di Dusun Robyong, Desa Wonomulyo, September 2017,” papar Andik.
Tersangka mengaku sudah melakukan penipuan hingga 18 kali dan satu kali pencurian HP di wilayah Poncokusumo. Dia juga beraksi di wialayah Tumpang, Pakis dan Tajian. Sudah puluhan burung berbagai jenis yang dibawanya kabur dan dijual.
Saat ini, pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan mendekam di tahanan Polsek Poncokusumo bersama barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat, N 2592 AAJ sebagai sarana melakukan penipuan. (eri/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...