Pesta Miras di Basement FE UB Dilanjut di Studio One


MALANG - Polres Malang Kota (Makota) akhirnya merilis penganiayaan yang berujung kematian Aditya Wahyu, 25, security Universitas Brawijaya (UB). Polisi menyatakan Iwan Asrofi, 38, warga Jalan Ikan Piranha Atas Gang V Malang sebagai pelaku tunggal.      
Kapolres Malang Kota (Makota), AKBP Asfuri mengungkapkan, berawal dari pesta minuman keras yang dilakukan Iwan dan korban asal Desa Martapuro, Kecamatan Purwosari, Pasuruan di basement Fakultas Ekonomi (FE) UB.
Keduanya minum dari Minggu siang hingga sore hari. “Malamnya, mereka mendapat undangan merayakan ulang tahun di Studio One, Jalan Borobudur. Di sana, mereka minum minuman keras lagi,” papar perwira yang baru beberapa hari menjabat ini.
Iwan dan Aditya berada dalam satu ruangan bersama empat orang lain. Suasana semakin malam dan mereka tidak berhenti minum alkohol. Hingga akhirnya, Aditya mabuk berat lalu  membuat kegaduhan di room 9 Studio One. Dia mengamuk dan membikin ricuh.
“Karena itulah, Iwan mengajak Aditya keluar room dan pindah ke room 7 yang kosong. Tapi, Aditya memberontak saat digotong. Dia menggigit pinggang Iwan. Pelaku langsung naik pitam dan memukuli korban yang ditelungkupkan di lantai,” jelas mantan Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat ini.
Dibawah pengaruh minuman keras, Iwan menduduki punggung korban. Dia memukuli kepala korban di bagian belakang. Akibatnya, korban mengalami luka berat di kepalanya dan langsung lemas. Melihat Aditya pingsan, Iwan panik dan meminta tolong kepada temannya yang lain.
Namun, Aditya dibawa ke pos penjagaan UB terlebih dahulu. Karena tak bisa segera memberi pertolongan, pegawai outsourcing ini dilarikan ke RSUB. Sayangnya, tiba di rumah sakit Jalan Soekarno Hatta Malang ini, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.
Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menambahkan, korban sudah 20 menit terlambat dibawa ke RSUB. “Kita memeriksa lima saksi. Ada wanita di antara saksi. Terkait bagaimana botol minuman keras dari luar bisa masuk Studio One, masih diselidiki,” tegas Ambuka.
Iwan sendiri hanya tertunduk lesu setelah peristiwa itu. Pegawai negeri yang menjadi teknisi kampus UB ini dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. Ancaman hukuman penjara yang didapatnya, maksimal 7 tahun penjara.
Diberitakan sebelumnya, maksud hati ingin bersenang-senang dan menyanyi di Studio One Jalan Borobudur, Aditya Wahyu malah tewas. Pria itu digebuki oleh kawannya sendiri karena meracau dan membuat gaduh di salah satu ruang karaoke Studio One. (fin/mar/jon)

Berita Lainnya :