Sopir Mengantuk, Truk Terguling

 
MALANG – Simpang tiga Jalan Jendral Ahmad Yani Utara dan Jalan Raden Intan digemparkan dengan tergulingnya truk N 8242 UH, kemarin pagi. Truk yang dikandari Firdaus Widiyanto, 29 tahun warga Tumpang RT 13 RW 08 Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang itu terbalik akibat menabrak pembatas jalan.
Dari data yang dihimpun, truk berjalan dari arah utara ke selatan dan hendak berbelok menuju arah timur. Namun ketika sampai pada tikungan yang menuju Jalan Raden Intan, truk tersebut menghantam pembatas jalan. Widi yang terkejut segera membanting kemudi ke arah kiri hingga akhirnya truk yang dikendarainya terguling.
“Saya sangat lelah dan hendak pulang ke rumah untuk istirahat. Namun tahu-tahu truk saya menabrak dan terguling,” ungkap Widi kepada Malang Post. 
Ia juga mengungkapkan memang merasa sangat mengantuk setelah mengantarkan kiriman di daerah Surabaya tanpa istirahat sedikitpun.
Sementara itu Siti Fatimah pejalan kaki yang hendak menyebrang jalan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri ketika truk tersebut terguling. Ia menangis histeris karena mengira truk tersebut masih terus melaju dan akan menghantam dirinya. Dengan muka pucat dan bibirnya yang kelu ia mencoba menjelaskan kronologi kepada warga setempat.
“Saya hendak menyebrang menuju ke taman yang di tengah itu untuk menunggu bus jurusan ke Madura. Tapi tiba-tiba truk itu miring dan jatuh tepat di depan saya,” ungkapnya sembari sesenggukan. 
Siti juga mengatakan ia sangat takut jika akan dihantam truk yang terguling tersebut karena berhenti sekitar lima  meter di depannya.
Kanit Laka Satlantas Makota Iptu Budi Junaedi membenarkan kejadian tersebut. “Kejadiaanya sekitar pukul 03.30 dini hari. Kami juga segera menurunkan personil untuk melakukan olah TKP,” paparnya. 
Menurutnya pengemudi sempat mengalami tidur sejenak (micro-sleep) hingga akhirnya terjadi kecelakaan tersebut.
“Karena micro-sleep itu memang sangat membahayakan. Micro-sleep selama tiga detik saja sudah masuk dalam hitungan 200 meter,” imbuh Junaedi menjelaskan. 
Ia menghimbau bagi sang pengemudi kendaraan bermotor diharapkan untuk tidak memaksakan keadaan jika memang badan sudah terasa lelah. 
“Lebih baik terlambat daripada membahayakan diri sendiri dan orang lain. Berhenti di rest area atau berhenti di pinggir jalan, lalu beristirahat hingga badan sudah merasa siap,” tandasnya. (mg1/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :