Dugaan Korupsi Buku, Satu Tersangka Buron


 
BATU - Mangkir tiga kali panggilan sebagai tersangka, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Panca Sambodo Suwardi. Tersangka kasus dugaan tindak korupsi pengadaan buku Bappeda, berjudul penyusunan profil daerah tahun anggaran 2016 ini menjadi buron.
Keberadaan tersangka tidak diketahui lagi. IS, kakak Panca juga putus kontak dengan adiknya sejak beberapa minggu lalu. Tersangka tidak ada lagi di rumahnya di Jalan Raya Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Ponsel Panca Sambodo sudah tidak aktif. Panca sempat dua kali mendatangi kantor Kejari Batu ketika dimintai keterangan penyidik sebagai saksi. Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 16 November lalu, Panca tidak memenuhi panggilan Kejaksaan. 
“Hari ini (kemarin), kami terbitkan DPO atas nama PSS. Dia tidak memenuhi panggilan kita sebanyak tiga kali, tidak ada sama sekali keterangan, apakah sakit atau sebab lain,” papar Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu, Nur Chusniah didampingi Andi Ermawan, Kasi Pidsus Kejari Batu. 
Terkait dengan terbitnya DPO tersebut, Kejari Batu mengirim surat bantuan untuk mencari dan menangkap tersangka Panca.
“Kalau ada masyarakat yang tahu keberadaan tersangka, tolong diberitahukan ke Kejaksaan Negeri Batu,” tambahnya. 
Bersamaan dengan penetapan ini, Kejari Batu menyebar foto tersangka ke seluruh instansi penegak hukum dan memberikan keterangan kepada pers. Tidak hanya itu, Kejari Batu juga berkoordinasi dengan imigrasi untuk melakukan pencekalan terhadap Panca agar tidak keluar negeri. 
Andi Ermawan menjelaskan, PSS sebagai rekanan diduga telah merugikan negara sebesar Rp 144 juta.
“Total lost, pengadaan buku itu fiktif. Saat kami lakukan penyidikan, sama sekali tidak ada buku itu. Setelah kami proses hukum, buku diproduksi CV Kayu Apu itu baru dicetak,” ujar Andi Ermawan.
Pengadaan buku ini menggunakan dana APBD tahun 2016. Tahun itu terdapat dua pengadaan buku fiktif yang ditangani Kejaksaan Negeri Batu. Selain di Bappeda, terdapat korupsi pengadaan buku fiktif di kantor Perpustakaan. 
“Di Kantor perpustakaan, sudah tiga tersangka kami tahan. Sementara di Bappeda baru satu yang ditahan, satu tersangka kami terbitkan DPO. Sampai saat ini masih belum ada kemungkinan mengembang ke tersangka lain,” terangnya. (dan/feb) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...