Purel Hamil Tua Dipenjara


 
MALANG – Nasib Yusmaniar Amelia Siregar, 20, asal Timika, domisili Jalan Abdul Manan Wijaya RT 01 RW 01 Watugong, Pujon memang benar-benar tragis. Dia ditinggal lari oleh pacarnya saat penggerebekan polisi. 
Amelia pun sedang hamil tua saat diputus penjara 4 tahun oleh hakim PN Malang karena terlibat jaringan narkotika di Batu. Jaksa Penuntut Umum Kejari Batu, Maharani Indrianingtyas SH, menceritakan bahwa Amelia ditinggal oleh Budi, DPO Satreskoba Polres Batu saat penangkapan. 
“Dia sedang hamil tua, kayaknya sebentar lagi mau melahirkan. Dia kerja hariannya adalah pemandu lagu di salah satu karaoke Kota Batu,” kata Maharani kepada Malang Post dikonfirmasi kemarin.
Maharani menyebut Amelia dituntut dengan pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, ancaman penjara 5 tahun. Tertangkapnya Amelia, berawal dari transaksi narkoba yang dilakukan oleh wanita muda itu. 
Dia memesan sabu-sabu kepada pria bernama Indro Kudori alias Sarmun. Lewat SMS, Amelia bertanya apakah ada ‘putihan’ kepada Indro. Amelia lalu mendapat SMS bahwa dia harus menyediakan uang Rp 800.000 untuk satu poket shabu. 
Amelia bertemu dengan Indro di Grand View Hotel Pujon. Indro lalu mendatangi Budi, DPO yang juga pacar terpidana sekaligus bapak dari jabang bayi tersebut. Dengan uang Rp 400 ribu, Indro menerima paket shabu dan janjian ketemuan dengan Amelia di warung kopi Ragil di depan TMP Jalan Suropati Batu. 
Namun, Satreskoba Polres Batu sudah mencium adanya transaksi shabu dan menggerebek Amelia maupun Indro. Hasilnya, ditemukan satu poket shabu dalam rokok Promild di tas Amelia.
“Dalam persidangan dia mengaku tahu bahwa shabu itu berbahaya bagi wanita hamil. Tapi dia tetap pakai karena dia dituntut untuk tetap fit di malam hari, terpidana bekerja di dunia malam sebagai pemandu lagu,” tambahnya.
Amelia menerima info dari pacarnya Budi bahwa Kudori bisa menyediakan shabu. (fin/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :