Mengaku Pelajar, Diduga Sering Beraksi

 
MALANG - Pencurian kendaraan bermotor dan helm di kawasan Universitas Negeri Malang (UM) sudah sering kali terjadi. Tak heran, ketika menangkap pelaku pencurian motor, amarah pun tak bisa dihindarkan. Terduga pelaku pencuri motor inisial MK, 15 tahun warga Jalan Letjen Sutoyo RT 04 RW 03 Lowokwaru terciduk pukul 09.30 WIB setelah aksinya kepergok oleh Takmir Masjid Al Hikmah.
Ia ditangkap petugas keamanan kampus UM di halaman parkir masjid Al Hikmah UM, Kamis (7/12). Kepala keamanan UM, Pujianto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa penangkapan diawali dari teriakan maling dari saksi. 
"Sekitar pukul 10.00 kami mendapat laporan bahwa ada upaya pencurian motor di halaman parkir masjid, kami datangi lokasi dan menerima keterangan saksi yang membenarkan aksi terduga pelaku inisial MK," kata Pujianto.
Dari keterangan yang dihimpun, remaja ABG tersebut sudah menunjukkan gerak-gerik mencurigakan sejak masuk ke area kampus UM. Awalnya, MK mendatangi gedung FMIPA dan tampak mondar-mandir di area lobi.
Petugas gedung FMIPA yang melihat sikap serta pakaian pelaku yang lusuh, langsung mengusir. Namun, petugas gedung belum memergoki pelaku. Setelah itu, dia berpindah ke gedung Fakultas Teknik dan kembali diusir keluar.
MK lalu memasuki halaman parkir masjid Al Hikmah UM dan melihat ada motor Jupiter Z merah S4126XL yang terparkir. MK memegang stang dan memasukkan sesuatu ke rumah kunci. Tapi, saksi Riki Yakub 30 tahun takmir masjid Al Hikmah memergoki tindak tanduk terduga pelaku. 
"Dari keterangan saksi, pelaku sempat ditanyai itu motor siapa mau dibawa. Pelaku lalu menjawab itu motor pelaku. Tapi, takmir masjid tidak percaya karena saksi tahu itu motor milik mahasiswa yang biasa ada di Masjid Al Hikmah," ujar Pujianto.
Aksi terduga pelaku terbongkar dan dia diteriaki maling oleh saksi. Petugas keamanan pun datang untuk membekuk terduga pelaku. Mahasiswa UM pun bergerumbul mengelilingi posko pusat keamanan UM. Massa mahasiswa sendiri terpancing emosi karena sudah terlalu sering ada helm dan motor yang hilang. Bogem mentah pun meluncur karena kumpulan orang yang marah. Petugas keamanan melakukan interogasi kepada terduga pelaku.
Hasilnya, MK mengaku berasal dari salah satu SMKN di Kota Malang. Sebelum tertangkap, terduga pelaku juga membuang sesuatu ke arah pekarangan, diduga adalah kunci T yang menjadi alat untuk merusak rumah kunci motor.
Dalam pengakuannya, dia telah mencuri 10 helm di kampus UM. MK juga yang mencuri motor di parkiran UKM Universitas Negeri Malang. MK mengaku lupa nomor plat yang dia curi.
Tapi, diduga kuat motor tersebut adalah Honda Beat nopol N 4432 ABD yang raib di area sekitar UKM fotografi Himafo UM pada 16 November lalu. Pemilik sekaligus korban adalah Agus Maulana Akbar 22 tahun warga Jalan Dewandaru Dalam, Tembalangan, Lowokwaru.
"Dia mengaku mencuri motor matic di parkiran UKM. Modus pencuriannya, dia merusak kunci motor, lalu mengendarai motor lewat Jalan Simpang Bogor. Karena ini jalan proyek, tidak ada penjagaan petugas di sana," kata Pujianto.
Meski demikian, petugas keamanan tidak percaya begitu saja. Karena, saat diinterogasi, terduga pelaku tampak seperti teler dan diduga di bawah pengaruh obat-obatan. Karena itu, petugas keamanan langsung menghubungi Polsek Lowokwaru yang datang untuk menjemput terduga pelaku sekitar pukul 12.00 WIB.
Dari informasi yang diterima petugas, terduga pelaku memiliki komplotan tiga orang. Yakni satu pria dan dua remaja putri. Masih belum jelas apa peran dari tiga orang ini. Karena, saat diinterogasi petugas keamanan, MK bertele-tele serta tak menjawab dengan tegas pertanyaan soal komplotannya. Meski demikian, petugas keamanan tidak menemukan satu pria maupun dua remaja putri yang dituding terduga pelaku sebagai komplotan.
Polsek Lowokwaru masih melakukan penyidikan dan pengembangan untuk membuktikan semua keterangan terduga pelaku.
"Masih dilakukan sidik lebih lanjut, pendalaman keterangan masih berjalan," ungkap Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, ketika dikonfirmasi semalam.(fin/jon)

Berita Lainnya :