1 Tersangka, 9 Direhabilitasi

 

 
BATU - Sedikitnya sepuluh orang diamankan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Kamis (7/12) malam dalam razia di beberapa warnet, tempat umum dan rumah kos. Dari merekayang diamankan tersebut, satu orang diproses pidana dan ditetapkan tersangka, sedangkan sembilan orang dilakukan rehabilitasi.
Tersangka yang dilimpahkan BNN ke Satuan Reskoba Polres Batu tersebut berinisial Dul, tenaga kontrak Dinas Perhubungan Kota Batu yang bertugas di Terminal Batu ini. Dari hasil pemeriksaan urine ia tidak menggunakan sabu, namun ia kedapatan membawa 2 pocket sabu dan alat hisap.
 BNN tidak hanya memboyong Dul, namun juga memboyong istri Dul berinisial S, 37 tahun yang saat di test urine terkandung methamphetamine. Hanya saja saat diinterograsi, S tidak terindikasi menjadi pengedar seperti suaminya.
“S malah mengingatkan suaminya agar jangan terus terlibat dalam peredaran narkoba, namun malah ia dipaksa suaminya menggunakan sabu. Dul kita proses pidana ke Satreskoba Polres Batu, sementara S dan delapan orang lainnya kita rehabilitasi,” terang AKBP Heru Cahyo Wibowo, Kepala BNN Kota Batu. 
Kedelapan orang tersebut menjalani proses Tim Asesmen Terpadu (TAT) dan Asesmen Mandiri BNN Kota Batu saja.
“Kesembilan orang ini akan kita rehabilitasi dan kita dalami apakah ada di antara mereka yang menjadi pengedar,” terang Heru. 
Razia yang dilakukan oleh BNN Kota Batu ini sama sekali tidak diduga oleh para pengguna narkoba ini. Operasi ini menurut Heru dilaksanakan sebagai upaya cipta kondisi sebelum Natal dan Tahun Baru.
Sasaran operasi adalah tempat yang biasa dipergunakan mangkal pengguna narkoba dan sarang persembunyian sindikat narkoba. Operasi juga menyasar tempat public seperti GOR, Terminal, Warnet, tempat landing Paralayang Songgomaruto serta sejumlah rumah kos. 
Dalam razia tersebut, BNN mengamankan empat orang di sebuah warnet dan di sekitar GOR Ganesha. Saat dilakukan pemeriksaan tes urine, keempat  orang ini dinyatakan positif menggunakan methamphetamine (sabu-sabu).
“Dari hasil tes urine tersebut, keempat orang ini kami amankan, kita bahwa ke BNN untuk diinterograsi, hingga akhirnya mengembang hingga sepuluh orang,” terang Heru dalam jumpa persnya. 
Kesepuluh  orang tersebut adalah Dul, 48 tahun, S (37), GA (29), Yds (22), PE (35), YL alias B (25), ZG (42), AK alias N (36). Mereka semua terindikasi menggunakan sabu dan dobel L. Sembilan orang yang positif menggunakan sabu dan pil LL terancam pasal 127 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun.
Sementara 1 orang tersangka, Dul dikenakan pidana sesuai pasal 112 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Tersangka terancam akan dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. 
“Kita belum bisa melakukan penyidikan, karena itu tersangka Dul kita kirim ke Satreskoba Polres Batu,” ujar Heru. Para pecandu narkoba ini tidak hanya berasal dari Kota Batu, namun juga ada dari Kediri, Pare dan Pasuruan.(dan/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :