Bongkar Pencurian Motor di Kampus

 
MALANG – Aksi pelaku curanmor MK, 15 tahun warga Jalan Letjen Sutoyo RT 04 RW 03 Kecamatan Lowokwaru membuat para korban curanmor geram. Agus Maulana Akbar 22 tahun warga Jalan Dewandaru Dalam Tembalangan Lowokwaru, masih menunggu kabar kepolisian terkait kemungkinan MK sebagai maling kendaraan miliknya.
Yakni, Honda Beat N 4432 ABD di UKM Fotografi Himafo UM, pada pertengahan November lampau. Agus, mahasiswa D-2 jurusan Diskomvis Multimedia UM, dia langsung mendatangi Polsek Lowokwaru setelah mendengar kabar tertangkapnya maling motor yang meresahkan kampus.
“Saya sedang di rumah ngopi dan jagongan ketika mendengar kabar ini. Saya langsung riwa-riwi kepolisian, untuk memastikan apakah benar motor saya dicuri oleh pelaku yang tertangkap itu,” kata Agus kepada Malang Post kemarin. 
Sebagai korban, Agus tentu geram dengan ulah pelaku ranmor yang menggondol motor miliknya. Dia berharap segera ada titik terang terkait kasus pencurian motor di kampus UM.
Sebab, dari kabar yang dia terima, pelaku curanmor yang bergerak di kampus UM, tidak hanya satu orang saja. Minimal, ada satu penadah dan dua pelaku lain yang bertugas sebagai mata-mata. Diduga, dua pelaku yang bertugas mencari target dan mengawasi keadaan, berjenis kelamin perempuan.
“Saya berharap motor saya bisa segera ketemu dan kembali,” tambahnya. 
Sementara itu, Kapolres Makota, AKBP Asfuri SIK MH, menekankan kepada pejabat baru Kapolsek Lowokwaru, AKP Pudjiono SH, untuk menuntaskan kasus kriminalitas curanmor yang sudah meresahkan Lowokwaru.
“Kepada pejabat baru Kapolsek Lowokwaru, saya minta untuk membangun jaringan dengan kampus-kampus, serta masyarakat, demi memberantas kasus curanmor yang saat ini cukup tinggi di kawasan Lowokwaru,” kata Asfuri kepada Malang Post, diwawancarai di Polres Makota, pagi kemarin.
Sementara itu, Kapolsek Lowokwaru, AKP Pudjiono SH menyebut pihak penyidik Reskrim masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan jaringan pelaku yang tertangkap di UM.
“Masih dilakukan penyidikan lanjutan,” kata Pudjiono kepada wartawan usai dilantik di Polres Makota, Jumat (8/12).
Dia tidak menampik kemungkinan adanya jaringan yang bergerak di belakang pelaku inisial MK. Sehingga, tim buser Lowokwaru sampai saat ini masih terus menggali petunjuk untuk mengungkap kasus yang meresahkan kampus-kampus tersebut.
“Terkait jaringan, masih didalami,” tambahnya.(fin/jon) 

Berita Lainnya :