Mantan Lurah Kepanjen Ditahan

 
MALANG – Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kepanjen, menahan mantan Lurah Kepanjen, Yoyok Yudianto, SE, 52 tahun. Warga Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun ini, menjadi tersangka kasus dugaan penyimpangan pengelolaan aset berupa tanah eks bengkok. Pukul 11.00 kemarin, Yoyok digelandang ke LP Lowokwaru Malang.
Penahanan Yoyok dalam dugaan kasus korupsi ini, secara tidak langsung menjadi ‘kado’ untuk Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI). Yoyok yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kini menjabat Kasi Pemerintahan Kecamatan Kepanjen ini, telah merugikan negara hingga ratusan juta rupiah.
“Kerugian negara dari perhitungan sementara lebih dari Rp 300 juta. Jumlah tersebut bisa bertambah, karena masih diaudit lagi oleh Inspektorat Kabupaten Malang,” jelas Kasi Pidsus Kejari Kepanjen, Suseno, SH, MH.
Dugaan korupsi penyimpangan pengelolaan aset berupa tanah eks bengkok yang dilakukan Yoyok ini, terjadi saat masih menjabat sebagai Lurah Kepanjen mulai 2011 sampai 2016. Yoyok melakukan tindakan melawan hukum, karena pengelolaan aset tanah eks bengkok tanpa seizin Pemerintah Daerah (Pemda). Sekaligus menggunakannya tidak sesuai peruntukkan dan pertanggungjawaban.
“Nilai aset tersebut secara keseluruhan selama 2011 sampai 2016 itu sekitar Rp 1 miliar lebih. Namun yang tidak sesuai peruntukkannya, sementara baru diketahui Rp 300 juta lebih. Itu digunakan untuk parcel hari raya dan THR,” terangnya.
“Seharusnya hasil pengelolaan masuk ke kas daerah. Karena tanah eks bengkok itu, termasuk aset daerah. Tidak dikelola sendiri dan tidak sesuai peruntukan serta tidak bisa dipertanggungjawabkan,” sambung Seno, sapaan akrab Suseno.
Menurutnya, dugaan korupsi yang dilakukan Yoyok Yudianto ini, berdasarkan laporan masyarakat ke Kejari Kepanjen sekitar dua bulan lalu. Penyidik Pidsus, kemudian melakukan penyelidikan selama sebulan lebih. Ada sekitar 12 saksi yang dimintai keterangan terkait penyimpangan ini.
Mulai saksi masyarakat, kemudian dari bidang aset, bidang pendapatan, bidang keuangan, bisa pertanahan, dari Kecamatan Kepanjen dan Kelurahan Kepanjen, hingga Sekda Kabupaten Malang pun, turut dimintai keterangan sebagai saksi. Hasil pemeriksaan saksi-saksi tersebut, menguatkan penyidik untuk menjadikan Yoyok sebagai tersangka.
Kemarin, Yoyok dipanggil ke Kejari Kepanjen. Kemudian penyidik menetapkannya sebagai tersangka, yang selanjutnya dikirim ke LP Lowokwaru. Yoyok akan menjalani masa tahanan pertama selama 20 hari.
“Kami masih mendalami kasus ini. Apakah ada pihak-pihak lain yang layak untuk bertanggungjawab juga atas dugaan korupsi ini. Ia kami jerat pasal 2 jonto pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang perbuatan tindak korupsi, jonto Undang-undang nomor 20 tahun 2001 atau pasal 8 Undang-undang nomor 31 tahun 1999, dengan ancaman maksimal 20 tahun kurungan penjara,” tegasnya. 
Camat Kepanjen, Abai Saleh, masih belum bisa dikonfirmasi terkait penahanan Kasi Pemerintahan Kecamatan Kepanjen, Yoyok Yudianto. Beberapa kali dihubungi nomor ponselnya tidak ada jawaban, meski ada nada sambung. Termasuk saat dikirim pesan lewat WhatsApp juga masih belum direspon.(agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :