Mortir Pesawat Tertanam di Jalan Madura

 
MALANG - Tajab, 50, warga Dusun Trajeng RT02 RW07 Desa Pakisjajar, Pakis sedang menggali pondasi rumah di Jalan Madura nomor 5, Kelurahan Kasin Klojen Malang, Kamis sore lalu. Tiba-tiba saja, sekopnya membentur benda. Saat digali lagi, benda tersebut ternyata bahan peledak. Kontan saja, Tajab langsung panik dan meminta bantuan warga untuk menelepon Polsek Klojen.
“Sekitar pukul 3 sore, Kamis lalu ditemukan bahan peledak di galian pondasi rumah oleh warga. Berdasarkan laporan ini, kita langsung kontak Unit Jibom Brimob Detasmen B Pelopor Polda Jatim," kata Kapolsek Klojen Kompol Andi Yudha Pranata.
Sebelum laporan polisi, Tajab mengangkat dan meminggirkan bahan peledak ini. Polisi yang datang lalu mensterilkan lokasi penemuan bahan peledak sembari menunggu kedatangan tim Jibom Brimob Ampeldento. Sesaat setelah Brimob Unit Jibom tiba, petugas Polsek Klojen dipimpin Kanit Sabhara Iptu Djaminto mengamankan lokasi.
Selama proses evakuasi bahan peledak, tidak ada insiden tambahan. Bahan peledak yang ditemukan petugas sudah berkarat. Sekitar pukul 18.00 WIB, area rumah Jalan Madura nomor 5 sudah bersih dari bahan peledak.
Petugas yang melakukan penyisiran juga belum menemukan bahan peledak lainnya. Polsek Klojen mewanti-wanti warga agar segera melapor ke aparat berwenang jika menemukan sesuatu yang mencurigakan seperti bahan peledak ini. 
"Kami imbau warga Klojen, jika menemukan barang- barang seperti ini, maka segera melapor ke kantor polisi terdekat untuk ditindaklanjuti. Karena bahan peledak walau tidak aktif masih berbahaya dan harus dinetralisir petugas berwenang," tambah perwira tersebut.
Sementara itu, Kanit Jibom Brimob Ampeldento, Iptu Sumantri Wibisono menyebut bahan peledak yang sudah dievakuasi adalah tipe mortir.
"Itu adalah bahan peledak pesawat bomber, diduga merupakan tinggalan peperangan era kemerdekaan dulu. Tipenya adalah BT 25. Jika bahan peledak ini berfungsi normal, maka rumah tersebut bisa langsung ambrol tak tersisa. Mortir ini adalah senjata yang dilepaskan dari pesawat untuk menyasar target infrastruktur," ungkap Sumantri.
Menurut perwira dengan dua balok di pundak ini, mortir BT 25 merupakan bom tipe high explosive yang dipakai untuk menyerang tempat-tempat strategis. Sumantri menjelaskan kondisi mortir tersebut sudah non aktif karena usianya diprediksi lebih dari 70 tahun. Kendati demikian, andai terkena guncangan atau ledakan skala besar, mortir tersebut bisa ikut bereaksi secara berantai.
"Saat dijatuhkan dari pesawat dulu saja mortir ini tidak meledak dan terkubur di sini. Ada kemungkinan pemicunya busung. Demi keamanan, mortir ini diamankan di mako Brimob. Saat tiba waktunya dimusnahkan, barang peledak ini akan didetonasi dari jarak kurang lebih 1 kilometer," tutup Sumantri. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :