Polres Makota Hanya Mem-Back Up



Malang Post, Kabag Ops Polresta Malang, Kompol Dodot Dwianto mengatakan, Polres Malang Kota dimintai bantuan atau back up pengamanan terhadap penggeledahan dan penangkapan terduga teroris di Kota Malang. “Tepatnya di Jalan Yulius Usman, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang pada Sabtu (9/12) sekira pukul 13.15 WIB sampai dengan 14.00 WIB," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam pengamanan penggerebekan tersebut, Polres Malang Kota hanya menurunkan personel yang dikerahkan dari gabungan Sabhara, Reskrim dan jajaran Polsek. Dodot juga menegaskan, Densus 88 juga tak banyak berbagi informasi kepada petugas Polres Makota.
 “Kita tidak tahu barang bukti apa saja yang dibawa dan diamankan. Yang jelas Densus 88 hanya meminta satu lokasi untuk dilakukan pengamanan. Kami sendiri masih menunggu informasi lebih lanjut,” tegasnya
Sementara itu, di rumah orangtua Kiki di Jalan Kemuning Dau, juga dilakukan penggeledahan oleh tim Densus 88 tanpa sepengetahuan siapapun. Ketut Sudana (66), warga setempat membenarkan adanya penggeledahan sekitar pukul 14.00 WIB Sabtu (9/12) . “Iya memang benar tadi ada penggerebekan dari kepolisian. Namun tidak sampai membuat warga gempar. Karena banyak dari anggota keluarga di lingkungan ini yang masih bekerja,” ujar Ketut yang bertempat satu komplek di wilayah itu.
Rumahnya hanya berjarak sekitar 15 meter dari rumah terduga teroris Kiki Rizky. Dia sendiri tidak pernah menduga sebelumnya bila Kiki terlibat jaringan terorisme. Lantaran di mata para tetangga, Kiki dan keluarganya sangat ramah kepada tetangga dan tidak pernah telat beribadah di salah satu masjid yang ada di komplek rumahnya.
“Rumah yang ditempati Kiki adalah rumah orangtuanya. Setiap hari yang saya tahu dia bekerja di Sawahan dan kembali pulang ke sini malam hari. Kiki anak terakhir dari tiga saudara. Semuanya ramah dan baik kepada tetangga. Bahkan seminggu yang lalu sempat ngobrol dengan ibunya di rumah saya,” terangnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Heri, tetangga yang bertempat tinggal tepat di samping rumah Kiki. “Saya baru mendengar Kiki terkait masalah terorisme. Padahal sehari-hari Kiki adalah pribadi yang baik. Begitu juga saat berada di lingkungan sekitar, ia tidak pernah ada masalah sama sekali. Dia sering membaur dan rutin ke masjid,” beber Heri.
Sementara itu, Masjid Al Ghifary yang berada di Soekarno Hatta, di mana Kiki sering ke sana, terlihat aktivitas masih seperti biasanya. Penjaga keamanan Masjid Al Ghifary, Afiadi (57) mengatakan, masjid yang telah dijaga sekitar satu tahun ini setiap hari tidak pernah sepi jamaah yang datang.
“Masjid ini selalu ramai, tidak pernah sepi. Apalagi saat Rabu dan Kamis. Di mana jamaah umum yang datang dari berbagai latar belakang dan berbagai tempat. Setiap satu bulan sekali diadakan tabligh akbar dengan mengundang beberapa ustadz dari luar Kota Malang,” tandasnya.(eri/han)

Berita Lainnya :