Kenal Abu Jandal di Masjid Al Ghifary



Malang Post, Menurut informasi, Kiki diduga bergabung dengan ISIS di Suriah sebagai Foreign Terrorist Fighter (FTF) dan sudah mengikuti Tadrib Askari (pelatihan militer atau ketentaraan) dan Ribath (ikatan atau baiat).  Hanya saja, dalam keterangan yang diberikan kepada petugas, selama di Suriah Kiki tidak sempat mengikuti pelatihan militer karena sakit setelah ditendang oleh instruktur.
Kiki mengaku berangkat ke Suriah 2013 lalu, dari Malang bersama Abdul Hakim. Keduanya lebih dulu ke Jakarta dan bertemu dengan rombongan Salim Mubarok Attamimi alias Abu Jandal. Dia mengenal Salim Mubarok saat mengikuti kajian dari Ust. Andry Kurniawan di Masjid Al Ghifary di Jalan Sukarno Hatta Malang. Dari perkenalan itu Salim menawarinya berangkat ke Suriah.
Kepada petugas, Kiki mengatakan berangkat ke Suriah untuk menjadi pekerja sosial dan membantu warga yang menjadi korban perang.  Saat berangkat, Kiki tak memberitahu keluarganya. Kepada istri dan keluarganya yang lain, Kiki mengaku berangkat ke Saudi Arabia untuk bekerja.
Kiki juga mengatakan, perjalanan ke Suriah dari Malang lebih dulu ke Jakarta, kemudian bersama Abu Jandal dan lainnya naik pesawat tujuan Turki dengan transit di Singapura. Dari Turki, dia bersama Abu Jandal dan lainya melanjutkan dengan berjalan kaki ke Suriah.
Kepada petugas Kiki juga mengaku berangkat ke Suriah dibiayai sebesar Rp 1 juta oleh Helmi, warga Jalan Megamendung, Malang. Namun uang itu diberikan Kiki kepada keluarganya. Namun sesampai di Suriah, ternyata apa yang harus dikerjakannya berbeda dari kesepakatan awal. Ia tidak diminta untuk membantu korban perang dan melakukan aksi sosial namun disuruh untuk mengikuti pelatihan militer. Kiki mengatakan tak sempat mengikuti pelatihan militer karena sakit setelah mendapat siksaan dari instruktur. Ia ditendang.
”Saat ini keterangan yang diberikan masih dikembangkan, dan di lakukan kroscek oleh tim Densus 88,’’ kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera.
Ditanya apakah Kiki pernah terlibat dalam aksi terorisme di Indonesia, Barung mengaku belum mendapatkan informasi. ”Gini, kami di Polda hanya bisa membenarkan ada penangkapan terduga teroris. Tapi untuk keterangan lebih lanjut nanti tim Densus 88 yang akan memberikan detailnya,’’ tandasnya. .(eri/han)

Berita Lainnya :