Densus 88 Tangkap Terduga Teroris


MALANG –  Anggota Densus 88,  melakukan penangkapan terhadap Kiki Rizky alias Rizky Al Baiti, 41 tahun, warga yang tinggal di Jalan Kemuning, Kecamatan Dau. Kiki ditangkap di Jalan Yulius Usman, saat akan pulang ke rumah orangtua istrinya yang beralamatkan di jalan tersebut. Menurut informasi, Kiki ditangkap karena terlibat dalam jaringan teroris.
Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera. Dihubungi Malang Post, Barung mengatakan, Kiki merupakan terduga teroris. Ia diduga masuk dalam jaringan Salim Mubarok Attamimi alias Abu Jandal.”Betul, ada penangkapan terduga  teroris di Malang,’’ katanya.
Pria dengan tiga melati di pundak ini tidak merinci proses penangkapan tersebut. Yang pasti menurut Barung, usai ditangkap, Kiki langsung diamankan di Detasemen B Brimob, Ampeldento Pakis, untuk dimintai keterangan. ”Sekarang masih dimintai keterangan,’’ ungkapnya.
Dari penangkapan tersebut, anggota Densus 88 pun melanjutkan dengan penggeledahan di tempat tinggal Kiki, baik di rumah di Jalan Kemuning maupun di Jalan Yulius Usman. Penggeledahan di Jalan Kemuning, dilakukan sekitar pukul 14.00. Sedangkan di rumah di Jalan Yulius Usman, penggeledahan dilakukan pukul 13.15. Dari penggeledahan di rumah Jalan Yulius Usman, petugas hanya mengamankan satu unit HP milik Kiki.  ”Tidak ada orang yang diamankan. Petugas hanya membawa HP milik Kiki,’’ kata Ketua RT 06 RW04, Kelurahaan Kasin, Abdul Wahid.
Wahid juga menyebutkan, rumah yang digeledah bukanlah rumah Kiki. Tapi pria yang juga ikut menyaksikan penggeledahan tersebut menyebutkan rumah yang digeledah di Jalan Yulius Usman adalah rumah milik Usman Abdullah Bayakub, mertua Kiki.
”Kiki menikah dengan anak pak Usman bernama Amiroh. Tapi Kiki dan istrinya jarang datang ke sini. Mereka tinggal di Dau,’’ kata Wahid.
Wahid sendiri mengetahui rumah warganya digeledah  setelah dia ditelepon istrinya, Isroha. Saat itu Isroha mengabarkan ada polisi datang ke rumahnya. ”Saya kerja dapat telepon dari istri katanya saya dicari polisi,’’ ungkapnya.
Begitu pulang, dia melihat beberapa anggota polisi di rumahnya, dan menyampaikan akan melakukan penggeledahan di rumah Usman. Wahid juga diminta untuk menjadi saksi dalam penggeledahan tersebut. Menurut Wahid, penggeledahan dilakukan di seluruh ruangan yang ada di rumah tersebut. Selain menggeledah, petugas juga meminta keterangan orang yang ada di dalam rumah itu. Sekitar 45 menit, petugas pun menyudahi penggeledahan.
”Waktu penggeledahan, jalan di ujung gang di police line dan dijaga ketat petugas agar tidak ada warga yang masuk. Sedangkan di jalan besar juga dijaga petugas, tidak boleh ada kendaraan lewat,’’ tambahnya.
Wahid sendiri mengaku tidak mengenal sosok Kiki. Sekalipun dia beberapa kali datang, tapi Kiki tak banyak berkumpul dengan warga. ”Kalau ketemu ya diam, ndak pernah kumpul,’’ katanya.
Dia mengatakan istri Kiki baru saja melahirkan. ”Amiroh melahirkan anak kedua belum satu bulan,’’ tambahnya.
Hal ini juga dibenarkan oleh Ahmad, adik Ipar Kiki. Kepada wartawan, Ahmad yang sempat keluar rumah mengatakan, rumah itu adalah rumah orang tuanya dan Kiki tidak tinggal di rumah itu. Ahmad yang merupakan adik dari Amiroh, istri Kiki juga mengaku tak tahu menahu kegiatan sehari-hari Kiki. ”Orangnya (Kiki) baik. Tapi kalau terlihat teroris, saya tidak tahu,’’ katanya.
Menurut Ahmad, Kiki memiliki pekerjaan sebagai sopir travel panggilan. ”Itu saja yang bisa kasih keterangan. Yang jelas ini bukan rumahnya, rumah Kiki di Sengkaling, Dau,’’ katanyaa.
Ditanya terakhir Kiki datang ke rumah Jalan Yulius Usman, Ahmad menjawab sekitar dua minggu lalu. Kali terakhir  datang, Kiki juga tidak memperlihatkan hal-hal mencurigakan dan biasa saja. ”Benar, kami tidak tahu kesehariannya bagaimana,’’ ungkaap Ahmad yang kemudian buru-buru masuk rumah dan menutup pintu rapat-rapat.
Sementara di Detasemen B Brimob, Ampeldento tempat Kiki diamankan, dijaga ketat oleh petugas. Mereka tidak memperbolehkan wartawan masuk. ”Maaf, tadi pesan dari atasan, wartawan dilarang masuk,’’ kata salah satu petugas di pos penjagaan Detasemen B Brimob Ampeldento.
Namun sekitar pukul 16.30, salah satu anggota polisi keluar dari Mako Brimob dan mengatakan Kiki sudah dibawa ke Polda Jatim. ”Pemeriksaan di sini sudah selesai, tersangka dibawa ke Polda Jatim,’’ kata anggota tersebut. (ira/han)

Berita Lainnya :