magista scarpe da calcio Gerebek Pabrik Arak Jowo


Gerebek Pabrik Arak Jowo

 
MALANG – Polres Malang menggrebek pabrik atau produsen minuman keras (miras) jenis trobas atau Arak Jowo (Arjo), di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Minggu lalu. Penggrebekan pabrik Arjo ini, setelah beroperasi sejak enam tahun lalu. Selain menyita sejumlah barang bukti, polisi juga mengamankan pemiliknya, yakni Tukiaji alias Pak Ji, 52 tahun.
Barang bukti yang diamankan adalah, tujuh sak gula pasir masing-masing seberat 50 kilogram, satu sak beras keran putih, 10 pak ragi merek Saf-Instant, delapan pak ragi merek Fermipan, tiga buah dandang, dua buah wajan, 34 tong berisi campuran bahan fermentasi, 24 jirigen berisi cairan fermentasi, satu unit mobil Mitsubishi N 8586 DF serta beberapa barang bukti lain.
“Semua barang bukti tersebut, kami amankan dari rumah tersangka. Selain itu, kami juga mengamankan beberapa barang bukti puluhan liter Arjo dari dua konsumennya,” ungkap KBO Reskrim Polres Malang, Iptu Hari Eko Utomo, mendampingi Kasubag Humas AKP Farid Fathoni.
Penggrebekan produsen Arjo ini, berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan kalau Pak Ji, yang rumahnya berada di daerah pedesaan memproduksi minuman keras. Berdasarkan laporan tersebut, polisi lantas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan selama beberapa hari.
Begitu benar Tukiaji memproduksi minuman keras Arjo, petugas langsung menggrebek. “Tersangka ini cukup pintar menutupi usahanya. Untuk menghindari operasi polisi, ia tidak memproduksi miras pada siang hari, melainkan malam hari ketika warga sudah istirahat,” jelasnya.
“Ketika kami datang menggrebek itu, di dalam rumahnya memang tidak aktivitas pembuatan miras. Namun saat itu tersangka baru saja mengirim minuman keras kepada konsomennya,” sambungnya.
Akibat perbuatannya tersebut, Tukiaji, dijerat dengan pasal berlapis. Yakni pasal 204 ayat 1 KUHP tentang menjual dan menawarkan barang berbahaya, pasal 62 jo pasal 8 ayat 1a Undang-undang RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, pasal 140 UU RI nomor 18 tahun 2012 serta  pasal 142 Undang-undang RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan.
Sementara itu, dalam keterangannya tersangka Tukiaji mengatakan pembuatan minuman keras Arjo ini, harus melalui perendaman selama 7 – 15 hari. Kemudian dilakukan penyulingan selama 7 jam. Dalam sehari tersangka mengaku bisa memproduksi minuman keras Arjo ini hingga 50 liter.
“Namun tidak setiap hari, seminggu hanya tiga kali. Satu liter Arjo, saya jual dengan harga Rp 20 ribu, saya pasarkan ke wilayah Kecamatan Gedangan serta Sumbermanjing Wetan,” ucap tersangka Tukiaji alias Pak Ji, sembari mengatakan bahwa bahan-bahan untuk pembuatan trobas dibeli dari toko.(agp/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :