Cek-cok Saiman Berujung Penjara


MALANG - Terpancing emosi, membawa Fery Sayoeman alias Saiman, 52, harus meringkuk dalam terali besi Mapolsek Pakisaji, Senin (11/12) malam. Warga Dusun Segaran, Gang Mangir, Desa Kendalpayak, Pakisaji ini, ditahan karena kasus penganiayaan.
Ia memukul Joko Rubianto, 40, tetangganya sendiri dengan stang kunci dongkrak. Akibat penganiayaan tersebut, korban Joko mengalami luka memar pada lengan tangan kirinya. Sementara barang bukti yang diamankan sebuah stang besi sepanjang 57 sentimeter.
"Tersangka kami tangkap di rumahnya. Ia mengakui perbuatan penganiayaan tersebut," ujar Kanitreskrim Polsek Pakisaji, Ipda Sigit Kurniawan. Diperoleh keterangan, meski bertetangga namun hubungan antara korban dan tersangka tidak akur.
Sebelum kejadian penganiayaan, mereka tidak pernah saling tegur sapa. Bahkan keduanya pernah terlibat cek-cok mulut. Sementara kejadian penganiayaan, terjadi 25 November lalu sekitar pukul 07.30 di jalan kampung.
Saat itu, korban berniat pulang setelah kerja, dengan naik sepeda motor. Sedangkan tersangka dengan mengendarai angkot berniat berangkat kerja. Ketika di lokasi kejadian depan Musala, mereka berpapasan.
Tersangka saat itu mengambil jalur sebelah kanan, hingga nyaris menabrak motor korban. Korban pun langsung menegur tersangka dan memintanya berhenti. Setelah sama-sama berhenti, tersangka turun dari mobil angkot sembari membawa stang dongkrak yang kemudian menghampiri korban.
Mereka sempat cek-cok mulut. Mungkin karena terpancing emosi, tersangka langsung memukulkan stang dongkrak ke arah korban. Beruntung korban yang sigap, bisa menangkis dengan tangan kirinya.
Merasa jiwanya terancam, korban langsung lari. Ia langsung melaporkan kejadiannya ke Polsek Pakisaji. Sementara tersangka, saat itu ditenangkan oleh warga. Berdasarkan laporan korban itulah, petugas langsung menindaklanjuti dengan menangkap tersangka. (agp/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :