Dituduh Tiduri Gadis, Andi Dikeroyok


MALANG - Enam anak jalanan, dini hari meringkuk dalam tahanan Mapolsek Kepanjen. Mereka ditangkap sesaat setelah melakukan pengeroyokan terhadap temannya, Andi Darussalam, 19, warga Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.
Permasalahannya, korban dituduh meniduri kekasih salah satu tersangka. “Mereka berenam kami tangkap di lokasi kejadian dibantu oleh masyarakat sekitar. Keenamnya ini adalah anak jalanan atau punk,” jelas Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo.
Keenam pelaku pengeroyokan adalah M Coirul Anam, 21, M Bayu, 22, Sofi Bahtiar, 20, Wahyu Luki, 21 dan Alfata Maidatul, 21. Kelimanya adalah warga Kecamatan Siman, Ponorogo. Dan satu lagi adalah M Safii, 20, warga Trenggalek.
"Barang bukti yang kami amankan adalah potongan bambu yang digunakan para pelaku memukuli korban," ujar mantan Kapolsekta Lowokwaru ini. Aksi pengeroyokan terjadi di jalan Perum PNS Kanjuruhan, Jalibar Kepanjen.
Kejadiannya sekitar pukul 23.30. Saat itu keenam pelaku bersama-sama mencari keberadaan korban di wilayah Kecamatan Kepanjen. Mereka mencari korban, karena diajak oleh Wahyu Luki, yang menyimpan dendam lantaran kekasihnya ditiduri oleh korban.
Mendengar keluhan Wahyu Luki, teman-temannya ikut sakit hati, hingga sepakat mencari keberadaan korban. Begitu ketemu di lokasi, tanpa banyak bicara mereka langsung mengeroyok korban dengan tangan kosong dan potongan bambu.
Aksi pengeroyokan baru berhenti setelah warga datang melerai. Sebagian warga lainnya, melaporkan ke polisi. Mendapat laporan, petugas segera datang ke lokasi. “Kami hanya sebatas solidaritas saja. Mendengar teman sakit hati, kami juga ikut sakit hati,” ucap M Coirul Anam. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :