Rel Putus, Warga Hadang Kereta Api


MALANG – Keberanian warga Jalan Kol. Sugiono Gang 10 Kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun membuat kecelakaan kereta api urung terjadi, Selasa (12/12). Mereka nekat menghadang kereta api akibat rel kereta api putus  di kilometer 6-52. PT KAI mengucapkan terima kasih atas respons warga yang cepat, dan sikap pro aktif mereka.
Putusnya rel KA itu berawal dari informasi warga bernama Kamto 57 tahun warga Jalan Kol. Sugiono Gang 10 No 15 Kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun. Pagi buta, ia hendak berangkat ke Masjid untuk menunaikan Salat Subuh. Sekitar pukul 04.30 WIB, ia bercengkrama dengan tetangganya, Muspii 47 tahun.
Disela perbincangan mereka, sebuah kereta api lewat seperti biasanya. Namun Kamto dan Muspii merasakan kejanggalan saat mendengarkan suara asing yang berbarengan dengan lewatnya kereta tersebut.
“Bunyinya seperti ada benturan pada roda rel kereta. Tidak seperti biasanya, JDEK.. JDEK.. seperti itu,” papar Kamto kepada wartawan.
Namun Kamto dan Muspii tidak menghiraukan hal tersebut dan mereka kembali melakukan aktivitas seperti biasanya. Suara janggal yang sama kembali didengar Kamto saat usai melakukan jalan-jalan pagi. Ia melewati lokasi tempatnya bercengkrama tadi bersamaan dengan  melintasnya kereta api sekitar pukul 06.00 WIB.
Kamto yang penasaran segera mendekati rel setelah kereta menjauh. Alangkah terkejutnya saat ia mendapati rel kereta api tersebut putus, Kamto pun segera memberitahukan warga untuk mengambil bendera merah. Sebagai peringatan pada kereta api yang akan lewat berikutnya.
“Saya sendiri segera pulang dan membuat bendera dengan kain berwarna merah,” imbuh Kamto.
Setelah dirasa cukup, Kamto dan warga sekitar mulai berjaga dengan membawa bendera berwarna merah, sedangkan sebagian warga pergi menuju Stasiun Kota Lama untuk memberitahukan bahwa ada rel putus di wilayah Kol Sugiono Gang 10. Petugas stasiun pun merespons baik laporan warga. Langsung menginformasikan kepada masinis kereta berikutnya yang akan berhenti di Stasiun Kota Lama.
Pihak Stasiun Kota Lama juga mengatakan kepada warga, bahwa mereka akan segera mengirimkan petugas perbaikan rel kereta api. Sementara itu ketika pukul 07.25 WIB Kereta Matarmaja mulai terlihat akan melintasi rel. Warga segera mengibarkan bendera merahnya untuk memberikan peringatan bahwa lintasan yang akan dilaluinya putus.
Masinis berupaya memperlambat laju keretanya. Hingga akhirnya kereta berhenti sempurna dengan jarak 15 meter sebelum titik putusnya rel. Selang beberapa saat, petugas perbaikan rel kereta api datang, segera memperbaiki rel yang telah putus itu. Perbaikan yang memakan waktu sekitar 20 menit itu berjalan tanpa hambatan.
Kereta Matarmaja pun bisa kembali melanjutkan perjalanan dengan lancar. Sedangkan petugas perbaikan rel masih berada di lokasi untuk meneliti hasil perbaikan rel tersebut.
“Pihak stasiun sudah memberikan peringatan kepada masinis sebelumnya. Mereka juga menghubungi kami untuk segera memperbaiki rel tersebut,” ungkap Subagio salah satu teknisi perbaikan.
Ia juga mengungkapkan bahwa kereta tidak akan bisa berhenti sempurna sebelum titik putusnya rel. Setelah dirasa cukup aman, dengan lancarnya dua kereta melewati rel yang telah diperbaiki tersebut, petugas perbaikan rel akhirnya pergi meninggalkan lokasi. Mereka juga mengungkapkan rasa terima kasih atas peringatan warga sekitar, sehingga perbaikan bisa segera dilakukan.
Manager Humas Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko mengungkapkan bahwa sikap pro aktif warga sekitar sangat membantu PT KAI. Sehingga pihaknya bisa segera memberikan respons dengan cepat.
“Sudah diperbaiki dan rel sudah bisa dilewati oleh kereta dengan kecepatan normal,” ungkapnya.
Menurut Gatut Sutiyatmoko, pihaknya masih akan memantau rel yang putus tersebut untuk tindakan selanjutnya. Misalnya, jika rel tersebut memang perlu diganti. Ia juga mengungkapkan bahwa banyak faktor yang membuat rel kereta api tersebut putus. Seperti kelebihan muatan, rel yang aus, rem yang sering dilakukan di kawasan sekitar, dan lain sebagainya.
“Tidak ada jadwal kereta yang terlambat dengan adanya kejadian ini. Kami sangat berterima kasih kepada warga yang telah memberikan informasi kepada kami,” tandasnya.(mg1/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :