Kades Disidang, Massa Rusak Kebun Karet PTPN XII

 
MALANG - Warga Desa Tegalrejo, Sumbermanjing Wetan, kemarin pagi bergejolak. Ratusan warga beramai-ramai mendatangi kantor dan rumah dinas Kebun Pancursari PTPN XII, yang kemudian menyegelnya dengan kayu. Itu terjadi menjelang sidang perdana kasus dugaan penyerobotan tanah milik PTPN XII di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, dengan terdakwa Kades Tegalrejo, Ari Ismanto.
Selain menyegel kantor dan rumah dinas, warga juga dikabarkan merusak puluhan pohon karet milik PTPN XII Kebun Pancursari, Sumbermanjing Wetan. Aksi tersebut dilakukan pagi hari. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, Polres Malang langsung mengerahkan pasukan untuk berjaga di lokasi.
"Jumlah massa sangat banyak. Yang disegel adalah Kantor Afdeling Sumber Kerto dan Sumber Manggis, Afdeling Glagah Arum dan Afdeling Bumirejo. Rumah dinas tersebut, ditempati Asisten Tanaman (Astan) dengan keluarganya," ungkap Hendro P, Wakil Manager PTPN XII Kebun Pancursari.
Kabag Ops Polres Malang, Kompol Sunardi Riyono yang mendatangi lokasi mengatakan, kedatangan polisi setelah ada laporan bahwa warga yang berkumpul. Kemudian petugas datang untuk menenangkan, supaya tidak terjadi konflik dan permasalahan yang semakin meluas. Warga berkumpul karena permasalahan tanah.
"Intinya hanya karena permasalahan tanah. Sehingga mereka ini perlu penerangan. Secepatnya permasalahan ini, akan segera kami agendakan untuk musyawarah dalam forum besar. Selain dengan Kabag Hukum, juga akan mendatangkan instansi terkait," terang Sunardi Riyono.
"Ada riwayat tanah sengketa yang perlu diperjelas. Itupun nanti harus membutuhkan bukti dan dokumen, untuk meluruskan permasalahan supaya tidak sampai melebar," jelasnya.
Sementara itu, sidang perdana dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan Kades Tegalrejo, Ari Ismanto, agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Kepanjen. Dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Juni Ratnasari, SH. Dalam dakwaannya, terdakwa Ari Ismanto dianggap menduduki, menguasai dan menggarap lahan seluas 177 hektar lebih dengan cara ilegal, mulai Januari 2016 sampai Oktober 2017.
Lahan tersebut ditanami tebu dan ketela pohon. Padahal untuk mengerjakan lahan milik PTPN XII tersebut, harus ada Kerja Sama Usaha (KSU) antara terdakwa dengan PTPN XII yang berkedudukan di Surabaya, melalui pengelola PTPN XII Kabun Pancursari, Sumbermanjing Wetan.
"Kerja Sama Usaha (KSU) atas lahan itu, berdasarkan Peraturan Menteri BUMN. Sehingga akibat perbuatan terdakwa ini, pihak PTPN XII Kebun Pancursari selaku penanggungjawab, mengalami kerugian sebesar Rp 1.300.824.000," jelas JPU, Juni Ratnasari.
Selain itu, dalam dakwaan terdakwa Ari Ismanto juga didakwa tidak menghiraukan upaya penyelesaian secara baik-baik. Serta, dianggap menggarap lahan milik PTPN XII secara ilegal. Kades Tegalrejo itu di jerat pasal 107 huruf a jo pasal 55 huruf a UU RI Nomer 39 tahun 2014 tentang perkebunan.
Menanggapi dakwaan tersebut, terdakwa Ari Ismanto melalui kuasa hukumnya, Agus Syafii, SH, akan membuat eksepsi untuk menyanggah dakwaan tersebut. Esepsi akan dibacakan pada sidang lanjutan Senin (18/12) nanti.
Agus Syafii menyampaikan, bahwa kliennya Ari Ismanto, sudah membayar sewa penggunaan lahan ke pihak PTPN. Agus menegaskan, bahwa Ari Ismanto tidak melakukan penyerobotan lahan. "Sudah ada pembayaran dan ada bukti kwitansinya," kata Agus Syafii.
Berapa nomimalnya? Agus mengatakan masih belum tahu. Ia masih akan melihat dulu bukti kwitansinya, sebab Agus baru mulai Rabu (13/12) mendampingi terdakwa Ari Ismanto.
"Nanti saya lihat dulu kwitansinya. Karena pada saat pembayaran sewa lahan tersebut, ada dua PT. Nah, PT mana yang sudah menerima pembayaran uanh sewa lahan milik PTPN XII dari klien kami,” terang Agus.
Ditambahkannya, dalam dakwaan yang dibacakan JPU, ada beberapa hal yang dianggap tidak tepat. “Kami tidak sepakat dengan dakwaan tersebut. Nanti akan kita koreksi lagi. Karena pada intinya terdakwa sudah membayar dan ada kwitansinya,” pungkasnya.(agp/mar/jon)

Berita Lainnya :