Rebutan Pacar, Baku Hantam di Terminal


 
MALANG - Ulah Tedy Mahendra, warga Dusun Sumbersekar RT04 RW07 Dau, dan remaja inisial AWF, 16, warga Dusun Dadaprejo, Junrejo, Batu sungguh di luar norma ketertiban. Disulut rasa cemburu, keduanya baku hantam di Terminal Landungsari. Korban yang kalah umur dan kalah tanding, digebuki habis-habisan oleh Tedy yang memacari mantan pacar AWF, sebut saja Ayuningtyas (bukan nama sebenarnya), 16, warga Dau. Dengan hati penuh api cemburu, AWF yang babak belur melapor ke Polsek Dau.
Dari informasi yang dihimpun, konflik percintaan berujung adu pukul ini berawal dari pertemuan antara Tedy dan AWF di depan kampus Universitas Muhammadiyah Malang pada 10 Desember lalu. Tedy sedang asyik pacaran dengan Ayuningtyas dan kepergok AWF. Dengan lantang, AWF mengejek dan mencemooh Tedy sebagai pencapor, yakni pencuri pacar orang. 
Tedy berupaya menahan emosi karena sedang bersama Ayuningtyas. Tapi, AWF kembali memprovokasi Tedy dengan menyebut pelaku sebagai anak preman. Tedy yang muntab, tidak terima dengan ejekan AWF dan menantangnya berkelahi di Terminal Landungsari. 
“Keduanya akhirnya pergi ke Terminal Landungsari dan sama-sama membawa teman,” ungkap Ipda Agus Yulianto, Kanit Reskrim Polsek Dau, kemarin. 
AWF dan Tedy bertemu di terminal untuk berduel satu lawan satu. Pasalnya, walaupun sama-sama membawa suporter, perkelahian itu hanya dilakukan oleh AWF dan Tedy. Sementara, teman-temannya yang lain hanya melihat. Dari segi postur maupun umur, AWF kalah tanding. Setelah sempat jual beli pukulan, AWF mulai kalah serangan.
Sehingga, dalam waktu singkat dia digebuki habis-habisan oleh Tedy. Kendati perkelahian terjadi malam hari, masih banyak warga yang berada di Terminal Landungsari. Perkelahian ini dibubarkan oleh masyarakat. Sayangnya, kedua orang ini masih emosi dan akhirnya duel dilanjutkan di kebun tebu di Kecamatan Dau. AWF yang sudah lebam-lebam, berupaya membalas  dendam. 
Dia mencoba menendang dan memukul lawannya. Tapi, AWF masih kalah. Dia kembali melahap bogem mentah dan terhuyung-huyung. AWF tak bisa meluapkan amarah akibat pacarnya direbut orang. Dia kembali menjadi bulan-bulanan Tedy. 
Setelah kalah berkelahi, AWF yang masih terbakar api cemburu melapor ke Polsek Dau. AWF datang ke kantor polisi dengan pelipis dan bibir bengkak serta kepala benjol. Laporannya langsung ditanggapi oleh petugas, lengkap dengan hasil visum dari korban AWF. 
Tedy yang kesehariannya adalah karyawan swasta akhirnya diciduk oleh Polsek Dau di rumahnya untuk dibawa ke mako dan dimintai keterangan pada 13 Desember lalu. Kepada petugas, pelaku membenarkan bahwa dia emosi karena disebut merebut pacar orang dan diejek sebagai anak preman. 
Karena korban pelapor adalah anak di bawah umur, Tedy diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang. Tedy dikenai pasal UU Perlindungan Perempuan dan Anak. Saat ini dia sudah mendekam di sel tahanan Polres Malang. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :