Polisi Bekuk Tukang Gendam

 
MALANG -  Masyarakat harus semakin waspada dan tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal. Polsekta Blimbing baru saja menangkap dua pelaku curanmor yang memakai gendam untuk menipu korbannya. Yakni Wahyu Susianto alias Bayu, 26, warga Jalan Urip Sumoharjo, Desa Plumbon, Kecamatan Pandaan, Pasuruan. Dia ditangkap di Jalan Batubara Malang karena diketahui menjadi pelaku gendam motor.
Peristiwa penipuan modus gendam ini berawal dari laporan Sulaiman Zakaria, 22, warga Jalan LA Sucipto Malang. Pria yang kesehariannya berjualan ayam goreng ini didatangi oleh Wahyu, pukul 07.30, tanggal 8 November di warungnya. 
Dengan gaya sok kenal sok dekat, Wahyu berupaya mengajak ngobrol untuk membuat lengah korban. Setelah beberapa saat, korban yang menurunkan kewaspadaannya, diminta membuat 80 bungkus pesanan. Korban gembira menyambut pesanan dalam jumlah besar ini. 
Tapi, pelaku meminta tolong kepada korban untuk diantar ke Jalan Ahmad Yani dengan tujuan mengambil uang. Sesampainya di sana, pelaku meminjam motor korban Honda Beat, N 2743 ABD dengan alasan mencari temannya yang akan memberikan uang untuk pesanan 80 bungkus nasi ayam goreng. 
Tanpa sadar, korban dengan mudah menyerahkan sepeda motornya. Setelah itu, pelaku mengendarai motor korban dan meninggalkan lokasi. Sulaiman yang sudah terperdaya masih menunggu pelaku berjam-jam di depan Alfamart, sebelum akhirnya sadar sudah menjadi korban gendam. 
Dengan panik, Sulaiman menelepon sanak saudaranya dan meminta dijemput sebelum melapor ke Polsekta Blimbing. Beberapa anggota unit reskrim Polsekta Blimbing menindaklanjuti laporan dan melakukan penyelidikan.
Selang satu bulan kemudian, polisi berhasil mengendus tersangka yang sedang berada di depan pabrik rokok Grendel, Jalan Batubara Malang. Dia pun digelandang ke Mapolsekta Blimbing untuk diperiksa secara intensif.
Dalam pemeriksaan, Wahyu mengaku sudah menjual motor itu ke Muhammad Faisol, 20, warga Dusun Wringin Anom, Desa Kebonsari Weten, Kabupaten Probolinggo. Polisi langsung melakukan pengejaran dan membekuk Faisol di rumahnya. 
Sayangnya, motor korban sudah dijual oleh Faisol kepada orang lain. Dia mengaku tidak tahu siapa pembeli motor curian tersebut. Namun polisi tidak percaya begitu saja dan masih melakukan pengembangan untuk mengungkap siapa pembeli motor curian ini.
Kapolsekta Blimbing, Kompol Slamet Riyadi mengatakan Wahyu tidak sekali ini saja melakukan tindak kejahatan curanmor dengan modus gendam. Slamet menyebut tersangka Wahyu dikenai pasal pidana 372 KUHP tentang penipuan. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...