Vertigo Kumat, Tewas Tenggelam


 
MALANG - Seorang nelayan meregang nyawa setelah jatuh tenggelam di bendungan Dusun Kecopokan, Desa Senggreng, Sumberpucung, kemarin pagi. Saji, 52 tahun, warga setempat jatuh dari atas perahu saat memberi makan ikan di karamba miliknya. Usai dievakuasi, jenazahnya langsung dibawa pulang. Keluarga menolak dilakukan otopsi. Mereka menerima kematiannya sebagai musibah. 
“Korban sebetulnya dalam kondisi sakit. Malam harinya sempat berobat karena sakit vertigo,” kata Kapolsek Sumberpucung, AKP Sri Widyaningsih.
“Kemungkinan saat memberi makan ikan, sakitnya kambuh lalu tercebur ke bendungan,” tambah dia.  
Informasi yang dihimpun, korban pergi ke bendungan Kecopokan. Aktivitas itu selalu dilakukan setiap hari untuk memberi makan ikan di karamba. Untuk mencapai ke lokasi karamba, korban menggunakan perahu sampan tradisional.
Ketika tiba di karamba, Wiyono, salah satu saksi melihat korban sedang memberi makan ikan dan memindahkan bibit ikan. Namun beberapa menit kemudian, ketika dilihat lagi korban sudah tidak ada. Hanya perahu miliknya yang mengapung. 
“Saat itu dia sendirian dan  tidak mengeluh apapun. Seperti apa jatuhnya tidak tahu, karena tiba-tiba hanya tinggal perahu saja,” tutur Wiyono kepada petugas.
Mengetahui hal itu, saksi lantas memberitahu keluarga korban dan warga sekitar. Kemudian melaporkan ke perangkat desa dan petugas Polsek Sumberpucung. Polisi selanjutnya menghubungi Tim SAR Kabupaten Malang.
Pencarian dilakukan dengan cara menyisir sekitar lokasi. Selain itu juga menyelam di lokasi korban terjatuh. Alhasil sekitar pukul 10.30, tubuh Saji berhasil ditemukan. Namun kondisinya sudah tidak bernyawa. 
Tubuhnya kemudian dievakuasi ke pinggir bendungan. Setelah diperiksa, lantas dibawa pulang ke rumah duka. Pihak keluarga membuat surat pernyataan tertulis menolak dilakukan otopsi.  (agp/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :