Kades Saptorenggo Terjaring OTT

 
MALANG - Kepala Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis Bambang Roni Hermawan  terjaring operasi tangkap tangan (OTT), Kamis (14/12) malam. Roni ditangkap Tim Saber Pungli Polres Malang di ketika berada rumahnya.
Penangkapan kades ini setelah Tim Saber Pungli, lebih dulu menangkap Muhammad Zaeni (50), Kaur Umum Desa Saptorenggo. Keduanya diduga melakukan pungutan liar (Pungli) akta pembagian dua bidang tanah waris, di Dusun Bugis, Desa Saptorenggo. Barang buktinya adalah uang sebesar Rp 16 juta.
"Memang ada (OTT Pungli Kades Saptorenggo, red). Tetapi masih proses penyelidikan dan kami dalami kasusnya," ujar Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Malang, Kompol Decky Hermansyah.
Dengan penangkapan Bambang ini, dalam kurun waktu setahun sudah ada tiga Kades yang kena OTT Tim Saber Pungli. Sebelumnya pada 21 Maret lalu, Kades Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Usman Junaedi yang kena OTT Tim Saber Pungli Polres Malang. Ia menerima sejumlah uang, untuk biaya pengurusan sertifikat tanah.
Kemudian pada Kamis (23/12) lalu, Kades Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Mujiono, juga terkena OTT. Ia ditangkap Tim Saber Pungli Polda Jatim setelah menerima uang Rp 10 juta, untuk pembayaran pengurusan balik nama Akta Jual Beli (AJB) tanah.
Dan terakhir Kades Saptorenggo, Pakis, Bambang Roni Hermawan. Penangkapan Bambang, dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Malang, AKP Imam Solikin, bersama-sama dengan anggota Tim Saber Pungli. 
"Berawal dari adanya laporan masyarakat," kata Imam Solikin, ketika dikonfirmasi.
Saat itu, petugas mendapat informasi adanya penarikan biaya untuk pengurusan akta pembagian dua bidang tanah waris milik warga. Jumlahnya melebihi batas kewajaran. Dari informasi itu, Tim Saber Pungli Polres Malang langsung menindaklanjutinya.
Sebelum menangkap Bambang, Tim Saber Pungli terlebih dahulu mengamankan Muhammad Zaeni, di rumahnya pukul 19.00. Kaur Umum ini, ditangkap dengan barang bukti uang tunai Rp 16 juta. Ia baru saja menerima uang itu dari Sugeng, warga Dusun Bulurejo, Desa Saptorenggo, Pakis, yang mengurus akta.
Ketika diinterogasi, Zaeni mengaku kalau uang tersebut akan diserahkan kepada Kades Saptorenggo, Bambang. Sebagai biaya administrasi proses pembuatan akta pembagian dua bidang tanah waris. Untuk memastikan kebenarannya, pukul 19.15, Zaeni lantas diminta untuk menghubungi Bambang.
Hasil percakapan itu, menyatakan bahwa Zaeni memang disuruh oleh Bambang. Berdasarkan bukti percakapan, akhirnya pukul 20.40 Tim Saber Pungli bergerak menuju rumah Bambang di Jalan Bugis. Tiba pukul 20.57, dan petugas langsung memperkenalkan diri dari Tim Saber Pungli Polres Malang.
Tim juga menyampaikan kedatangannya terkait dugaan pungutan liar, pengurusan akta pembagian dua bidang tanah waris. Bambang pun tidak mengelak, dan bersikap kooperatif yang selanjutnya pukul 21.00 digelandang ke Polres Malang.
"Semoga penangkapan Kades Saptorenggo itu, bisa menjadi pelajaran untuk berbenah. Karena selama ini, masyarakat memang sudah resah dengan sikapnya," terang salah satu warga kepada Malang Post ketika dikonfirmasi.
Menurutnya, selama Kades Saptorenggo, memang kerap memanfaatkan jabatannya untuk memeras warganya.
"Banyak sekali warga yang menjadi korbannya, tetapi tidak berani melapor. Karena kerap meminta uang ketika mengurus surat, terutama surat tanah," tutur warga lainnya.
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, menegaskan bahwa Polres Malang konsisten melaksanakan Saber Pungli, agar birokrasi bersih dari pungutan liar. Dengan penangkapan Kades Saptorenggo, Bambang ini, diharapkan yang terakhir dan bisa menjadi efek deterent bagi Kepala Desa lainnya.
"Prinsipnya selama ini, kami sudah selalu mengutamakan pencegahan dengan memberikan sosialisasi-sosialisasi dan warning. Upaya penegakan hukum ini merupakan upaya terakhir karena ternyata masih ada yang coba-coba," tegas Ujung, sembari mengatakan bahwa kasus ini masih didalami.(agp/jon/mar)

Berita Lainnya :