Kaur Umum Jadi Tersangka

 
MALANG - Setelah menjalani pemeriksaan secara marathon, Kepala Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Bambang Roni Hermawan, akhirnya dilepas. Penyidik Tim Saber Pungli, mengatakan kurang cukup bukti untuk menjadikannya sebagai tersangka dugaan pungutan liar (Pungli). Pagi kemarin pun, Bambang langsung dipulangkan.
Namun demikian, Bambang, diminta untuk wajib lapor setiap Senin dan Kamis. Sedangkan Kaur Umum, Muhammad Zaeni, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, Zaeni langsung dijebloskan ke dalam tahanan Polres Malang.
"Dari hasil pemeriksaan dan gelar perkara, hanya satu yang kami jadikan tersangka. Yakni Kaur Umum (Muhammad Zaeni, red). Sedangkan Kades, wajib lapor. Sudah kami pulangkan karena masa pemeriksaan sudah habis," terang Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Malang, Kompol Decky Hermansyah.
Status Kades Saptorenggo, lanjut Decky, saat ini adalah masih sebatas saksi. Namun, ia menegaskan bahwa Bambang tidak dilepas begitu saja. Sebab ia masih bisa dijadikan tersangka, namun menunggu hasil pendalaman dan penyelidikan.
"Jika nanti hasil pendalaman kasusnya memenuhi bukti, maka akan dipanggil lagi untuk disidik. Ia masih bisa menjadi tersangka, tetapi menunggu pendalaman kasusnya," tegas Decky.
Ditambahkannya, masih ada tahapan penyidikan berikutnya yang terus dilakukan. Meski dari pengakuan Kaur Umum, Muhammad Zaeni ada pengakuan bahwa uang Rp 16 juta akan diserahkan kepada Kades, namun itu masih perlu pendalaman lagi.
"Untuk Kaur Umum, kami jerat dengan pasal 12 e Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi," ujar Wakapolres Malang ini.
Terpisah, Kepala Inspektorat Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti, dikonfirmasi membenarkan bahwa sebelumnya Kades Saptorenggo serta Kaur Umum, terkena operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polres Malang. Namun Kades, Bambang Roni Hermawan sudah dilepaskan pagi kemarin karena tidak cukup bukti untuk menjadikannya sebagai tersangka.
"Yang dijadikan tersangka adalah Kaur Umum, karena yang kedapatan membawa uang Rp 16 juta. Sedangkan Kades Saptorenggo, masih belum cukup bukti," ujar Tridiyah Maestuti.
Terkait dengan dijadikannya Kaur Umum Muhammad Zaeni sebagai tersangka, Inspektorat masih menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Termasuk menunggu surat resmi penahanannya.
"Ketika sudah ada surat penahanan dan penetapan tersangka, maka nanti Kaur Umum akan kami lepas dari jabatannya. Kami juga akan pantau perkembangannya lewat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa," tutur mantan kepala LH ini.
Sedangkan untuk Kades Saptorenggo, Tridiyah mengaku masih akan memantau perkembangan penyidikannya.
"Sebab informasinya bahwa dia masih bisa menjadi tersangka, jika perkembangan kasusnya nanti memenuhi cukup bukti," urainya.
Tridiyah, juga menyayangkan dengan adanya kepala desa yang masih bermasalah. Padahala sejak Tim Saber Pungli Kabupaten Malang dibentuk bulan Mei lalu, sudah mengumpulkan seluruh Kades untuk diberi sosialisasi selama dua hari.
"Saat itu ada Bupati Malang, Kapolres Malang dan Ketua Tim Saber Pungli yang memberikan sosialisasi," ucapnya.
Sekadar diketahui, Kamis (14/12) malam, Kades Saptorenggo, Pakis, Bambang Roni Hermawan terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Bambang ditangkap Tim Saber Pungli Polres Malang di rumahnya. Penangkapannya setelah Tim Saber Pungli, lebih dulu menangkap Muhammad Zaeni (50), Kaur Umum Desa Saptorenggo. 
Keduanya diduga melakukan pungutan liar (Pungli) akta pembagian dua bidang tanah waris, di Dusun Bugis, Desa Saptorenggo. Barang buktinya adalah uang sebesar Rp 16 juta, dari dari Sugeng, warga Dusun Bulurejo, Desa Saptorenggo, Pakis, yang mengurus akta.(agp/jon)

Berita Lainnya :