Mengaku Pendeta Dipenjara Satu Tahun

 
MALANG - Hakim PN Malang Susilo Dyah Caturini SH MH menghakimi kasus penipuan yang menjerat Risna Buatasik, 43 tahun warga Jalan Mergan Raya Tanjungrejo Sukun. Dalam putusannya, Dyah menjatuhkan hukuman penjara satu tahun. Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Desi Sari Dewi SH, yakni 2 tahun penjara. 
“Menyatakan terdakwa Risna Buatasik telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan,” terangnya. 
Dalam pengakuannya di persidangan, Risna yang kelahiran Pomala Sulawesi Tenggara, mengakui telah mengelabui korban Yeni Sefi Wulandari dan Miftachul Rozi. Yeni dan Rozi diiming-iming mendapat potongan 50 persen dari total harga apabila membuka kredit motor lewat yayasan Pembinaan Perempuan Indonesia Mandiri.
Yayasan fiktif ini bergerak di bidang sosial dan akan membantu perempuan Indonesia. Donatur berasal dari Swedia dan bersedia memberi bantuan. Bila harga motor Rp 20 juta, akan menerima bantuan 50 persen dari harga. Bila harga di atas Rp 20 juta, korban akan mendapat bantuan Rp 10 juta.
Untuk melancarkan aksinya, dia memakai nama Sherlita dalam kuitansi setoran uang, sehingga korban percaya yayasan ini eksis. Saat tim survey datang ke rumah korban, Risna berpesan kepada korban agar mengakui kredit motor sebagai kredit pribadi bukan yayasan fiktif dengan donatur Swedia. 
Setelah itu, Risna juga mengatakan BPKB motor akan cair setelah satu tahun. Namun, setelah tiga bulan Yeni dan Rozi didatangi debt collector yang menagih uang leasing. Ternyata, Risna hanya membayar kredit dua motor tersebut beberapa kali, sedangkan sisa tanggungan kredit tidak terlunasi. 
Dalam sidang, Risna yang mengaku sebagai pendeta kepada hakim, menyebut yayasan tersebut sebenarnya tidak ada. Donatur dari Swedia juga fiktif. Uang dari para korban terpakai untuk kepentingan pribadinya. Hakim juga tak sependapat dengan pledoi atau pembelaan dari Husain Tarang SH, kuasa hukum Risna  yang menyebut tindakan Risna adalah wanprestasi.
“Terdakwa telah melakukan serangkaian kebohongan kepada saksi Yeni dan Rozi, berhasil menggerakkan hati saksi untuk menyerahkan sejumlah uang,” tutup Dyah. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :