Eksepsi Tak Siap, Sidang Kades Ditunda Setahun

 
MALANG - Sidang kasus dugaan penyerobotan lahan PTPN XII Kebun Pancursari, dengan terdakwa Kepala Desa Tegalrejo, Sumbermanjing Wetan Ari Ismanto, kembali digelar di Pengadilan Negeri Kepanjen, Senin kemarin. Sidang kedua yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Saut Maruli Tua Pasaribu, SH, MH, berlangsung cepat. Pasalnya, kuasa hukum Ari Ismanto, tidak siap dengan eksepsi.
"Sidang ditunda setahun lagi, karena pihak terdakwa tidak siap dengan eksepsinya. Sidang selanjutnya tanggal 15 Januari 2018. Karena beberapa minggu lagi sudah ganti tahun," ujar Saut Maruli Tua Pasaribu, SH, MH, dengan nada sedikit bercanda.
Agenda sidang kemarin sebenarnya adalah pembacaan eksepsi terdakwa. Eksepsi adalah tanggapan atas dakwaan yang sebelumnya dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Namun karena tidak siap dengan eksepsinya, sidang terpaksa ditunda.
Agus Syafi'i, kuasa hukum Ari Ismanto, saat dikonfirmasi berdalih kalau dirinya belum siap dengan eksepsi. Alasannya karena waktu yang mepet. Apalagi dia juga baru bertemu dengan terdakwa Minggu lalu.
"Eksepsi belum kami buat karena waktunya juga mepet. Saya minta ditunda, karena juga baru bertemu dengan terdakwa," ucap Agus Syafi'i.
Dilanjutkannya, untuk membuat eksepsi membutuhkan waktu yang lama. Karena dalam dakwaan yang dibacakan JPU sebelunya, ada data yang tidak sama dengan fakta yang di lapangan. "Kami harus kroscek ulang. Karena ada data-data yang berbeda seperti luas lahan yang tidak sama," urainya.
Sekadar diketahui, menjadi terdakwa dugaan penyerobotan lahan. Dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Juni Ratnasari, SH. Dalam dakwaannya, terdakwa Ari Ismanto dianggap menduduki, menguasai dan menggarap lahan seluas 177 hektar lebih dengan cara ilegal, mulai Januari 2016 sampai Oktober 2017.
Lahan tersebut ditanami tebu dan ketela pohon. Padahal untuk mengerjakan lahan milik PTPN XII tersebut, harus ada kerja sama usaha (KSU) antara terdakwa dengan PTPN XII yang berkedudukan di Surabaya, melalui pengelola PTPN XII Kabun Pancursari, Sumbermanjing Wetan.
Selain itu dalamm dakwaan terdakwa Ari Ismanto juga didakwa tidak menghiraukan upaya penyelesaian secara baik-baik. Serta, dianggap menggarap lahan milik PTPN XII secara ilegal. Kades Tegalrejo itu di jerat pasal 107 huruf a jo pasal 55 huruf a UU RI Nomer 39 tahun 2014 tentang perkebunan.(agp/jon)

Berita Lainnya :