Musnahkan Rokok, Minuman hingga Alat Bantu Seks


MALANG - Fantasi seksual serta penyimpangan orientasi seringkali dilengkapi dengan alat-alat bantu seks. Ternyata, cukup banyak warga Malang yang diam-diam memesan sex toys untuk memuaskan fantasi seks.
Kanwil DJBC Jatim II, menyita dan memusnahkan alat bantu seks seperti dildo, vibrator dan obat kuat di kantor Jalan Raden Intan Malang, kemarin. Kepala Kanwil DJBC Jatim II, Agus Hermawan mengatakan alat-alat tersebut tergolong barang ilegal dan dilarang di Indonesia.
“Masyarakat diimbau agar tidak mengimpor suplemen kesehatan, obat serta barang yang mengandung unsur pornografi apabila tak memiliki izin instansi terkait,” kata Agus kepada wartawan. Berbagai alat bantu seks tersebut, dipajang di antara barang-barang ilegal lainnya.
Setelah itu, DJBC Jatim II bersama Forpimda Kota Malang, bersama-sama menaruh barang-barang tersebut di dalam tong dan menyiraminya dengan bahan bakar. Forpimda menyalakan api untuk menghanguskan berbagai alat seks ini.
Selain itu, DJBC Jatim II juga memusnahkan jutaan barang ilegal lainnya hasil penindakan tahun 2017. Nilai barang yang dimusnahkan berpotensi merugikan negara hingga Rp 2,8 miliar. Yakni satu ton minuman mengandung etil alkohol (MMEA), 4,6 juta batang rokok tanpa cukai, serta 31 kilogram tembakau iris.
“Potensi kerugian negara Rp 2 miliar lebih, karena barang milik negara (BMN) hasil penindakan seperti rokok dan miras dijual tanpa ada pita cukai untuk masuk sebagai pendapatan negara. Kita musnahkan untuk melindungi masyarakat serta industri dalam negeri,” sambungnya.
Dia juga mengatakan, masyarakat diharapkan melapor bila menemukan barang tanpa cukai beredar. Agus menambahkan, Kanwil DJBC Jatim II saat ini diharapkan bisa mengais penerimaan dari cukai sebesar Rp 38,85 triliun di tahun 2017.
 “Kami masih terus berupaya mencapai target yang dibebankan oleh kantor pusat kepada kami. Karena itu kami mengharapkan kerjasama masyarakat, untuk memberi informasi bila terjadi pelanggaran cukai dalam peredaran barang-barang,” tutupnya. (fin/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...