magista scarpe da calcio Pegawai Dispora Dijambret


Pegawai Dispora Dijambret


MALANG - Kawasan Jalan Raya Curungrejo, Kepanjen, sudah tidak aman lagi. Indra, 50 tahun, warga Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, yang merupakan pegawai Dispora Kabupaten Malang ini, kemarin menjadi korban jambret. HP Samsung miliknya dirampas oleh seseorang saat berhenti di jalan tersebut.
"Pelakunya satu orang mengendarai motor Honda Beat warna putih. Saya sempat mengejarnya, namun kehilangan jejak karena masuk perkampungan," terang Indra, saat ditemui usai kejadian perampasan.
Menurutnya, kejadian jambret yang dialaminya terjadi pukul 11.11. Saat itu, ia dari Kantor Pendopo Kabupaten Malang di Jalan KH Agus Salim Malang, hendak ke kantor Dispora yang ada di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Indra, berangkat sendirian dengan mengendarai motor Yamaha Mio Soul N 2415 HHG.
"Saya mau ke kantor karena ada pekerjaan yang harus saya selesaikan hari ini," kata Indra, sembari menunjukkan motornya yang rusak akibat terjatuh.
Ketika melintas di lokasi, ia mendapat telepon dari salah staf Dispora Kabupaten Malang. Kemudian Indra berhenti di pinggir jalan. Ia mengambil HP di saku jaket, kemudian hendak membalas pesan yang masuk ke WhatsApp.
Baru mau membalas pesan, tiba-tiba dari arah belakang muncul pelaku memakai jaket warna merah, langsung merampas HP miliknya. Pelaku lalu kabur ke arah selatan. Indra yang sadar menjadi korban perampasan, berteriak maling sembari mengejar pelaku.
Pelaku yang dikejar langsung belok ke kanan arah perkampungan. Saat itu, pelaku sempat terjatuh dari motor. Begitu juga dengan korban yang ikut terjatuh karena terpeleset.
Saat mau bangun, ternyata pelaku sudah bangun lagi kemudian kabur menuju ke area persawahan. "Saya sempat bilang sama warga kalau dia mencuri HP. Tetapi warga sama sekali tidak ada yang merespon untuk mengejarnya," ujarnya.
Lantaran pelaku sudah kabur jauh dan kehilangan jejak, akhirnya korban kembali. Korban kecewa, lantaran warga bukannya menolong mengejar pelaku, namun hanya diam saja.
"Saya tidak melapor ke polisi. Hanya mau ke Galeri Samsung, untuk memblokir nomor kontak. Sebab dalam HP saya tersebut banyak nomor penting dan grup WhatsApp yang takut nanti malah disalahgunakan pelaku," urai Indra.(agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top