Tak Berperkara, Rumah Dieksekusi


 
MALANG - Merasa tidak pernah berperkara, tiba-tiba rumah dieksekusi. Inilah yang terjadi pada Martinus Purwantoro, warga Jalan Kruing 09 Malang. Rumahnya, tiba-tiba dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Malang. 
Kusdaryono SH, M.Hum, kuasa hukumnya menyesalkan tindakan eksekusi tersebut. Pasalnya, klienya merasa tidak pernah berperkara dengan pihak pemohon eksekusi, Wong Widodo Haryanto. Mengingat, dalam berita acara pelaksanaan eksekusi pengosongan lanjutan tanah dan bangunan tertulis, termohon serta obyek eksekusi berbeda dengan klienya.
“Klien saya, tidak pernah menjadi para pihak yang berperkara,” katanya. 
Bahkan, lanjut dia, tidak ada hubungnya dengan pemohon eksekusi, Wong Widodo Haryanto.
“Pada surat berita acara eksekusi, nama termohon serta alamat obyek yang dieksekusi tidak sama dengan klien saya,” tutur Kusdaryono.
Ia melanjutkan, dalam surat berita acara pelaksanaan eksekusi tertulis termohon atas nama P. Pramono, CS dengan alamat di Jalan Kruing 07, seluas 468, RT 06 RW06, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Malang.
“Klien saya alamat Jalan Kruing nomor 09, atas nama Martinus Purwanto. Bahkan saat pelaksanaan eksekusi, petugas eksekusi mengambil kunci milik klien saya, katanya hanya pinjam, namun tidak dikembalikan karena menganggap nomor 09 juga objek eksekusi,” ungkapnya. 
Sebab itu, pihaknya meminta kembali kunci yang untuk bisa kembali memfungsikan gudang bangunan. Akibat dari pengambilan kunci tersebut, pengguna gudang nomor 09, tidak bisa masuk untuk beraktifitas. 
Apalagi dalam pelaksanan eksekusi, menurut Kusdaryono, terdapat kejanggalan dan penyimpangan. Keterangan Panitia Sekretaris Pengadilan Negeri Malang, Dwi Setyo Kuncoro SH MH maupun fakta hukum, telah terjadi ketidakpastian tentang luas objek yang dieksekusi. Luas 648 meter (menurut penjelasan Pansek), 468 meter (menurut lelang penetapan) dan 202 meter menurut SHM nomor : 1678 (menurut obyek yang digugat).
“Seharusnya, yang bisa dieksekusi hanya sebesar 202 meter sesuai SHM nomor 1678, sedangkan 234 meter milik Martinus Purwanto, tidak pernah digugat,” pungkasnya. 
Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Malang, Nursyam, SH M.Hum mengatakan, pelaksanaan Eksekusi berdasarkan risalah lelang nomor 47/2005, tertanggal (22/2/15).
“Dari batas - batas yang ada, ternyata milik klien saudara Kusdaryono, adalah termasuk yang menjadi objek yang telah dilelang tersebut,” terangnya. 
“Asal usul tanah tersebut, adalah merupakan tanah dari hak sewa Kotamadya Malang dan telah diletakkan sita jaminan pada tanggal 19 Oktober 1998,” ungkapnya kepada wartawan di Pengadilan Negeri Malang kemarin. (mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...