Gaji Ngendon, 14 Karyawan Mencuri

 
MALANG - Unit Reskrim Polsek Singosari dan Tim Buser Satreskrim Polres Malang mengungkap pencurian yang terjadi di gudang milik PT Kereta Api Properti Manajemen (KAPM)  Stasiun Singosari, Kelurahan Pagentan. Selasa (19/12), petugas berhasil menangkap 14 orang pelakunya. Semuanya adalah karyawan borongan, yang bekerja di PT. KAPM. Mereka adalah Suwandi, 42, dan Susanto, 25, warga Kecamatan Temayang, Bojonegoro. 
Lalu Agus Sujoko, 28, dan Suwandi, 44, warga Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro. Madro'i, 53, warga asal Kecamatan Sendang, Tulungagung, yang menetap di Bojonegoro, Yudiono, 43, warga Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Tersangka lain, Suwondo, 42, warga Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro, Martadji, 43, dan Muksin, 43, warga Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Ahmad Aziz, 53, warga Kecamatan Kepoh Baru, Bojonegoro.
Selanjutnya Setu Arianto, 39, warga Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Komari, 42, warga Kecanatan Balen, Bojonegoro. Hermawan, 33, warga Kecamatan Buerno, Bojonegoro dan M Agus Susanto, 31, warga Kecamatan Temayang, Bojonegoro.
"Mereka semuanya kami amankan di rumahnya masing-masing. Mereka mengakui memang mengambil barang-barang di dalam gudang PT. KAPM,” jelas Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono. 
Diperoleh keterangan, para tersangka ini merupakan karyawan borongan. Mereka bekerja pada salah satu pemenang tender perbaikan rel kereta api milik PT. KAPM. Selama bekerja, mereka tinggal di gudang milik PT. KAPM yang ada di Stasiun Singosari.
Sebagai karyawan borongan, mereka setiap hari digaji Rp 350.000. "Seharusnya gaji dibayar setiap sepekan sekali. Tetapi setiap harinya mereka kadang minta uang, untuk biaya makan dan lain-lain," terang Supriyono.
Kemudian pada akhir pekan lalu, sebelum mencuri mereka meminta bayaran Rp 1 juta untuk setiap orang, kepada mandor yang memperkerjakan mereka. Namun karena pihak pemenang tender sedang berada di Surabaya, pembayaran gaji mereka pun akhirnya terlambat.
Inilah yang menyebabkan, mereka sepakat untuk mencuri pada 18 Januari lalu. Dua jenset besar, enam dongkrak pal untuk kapasitas 10 ton serta 18 biji roles diambil lantaran dianggap milik pemenang tender. Padahal barang-barang tersebut adalah milik PT. KAPM. 
Semuanya diangkut menggunakan mobil Isuzu Elf dan dibawa menuju Dusun Njuwet, Desa Trojalu, Kecamatan Buerno, Bojonegoro. Terungkapnya kasus pencurian ini, berawal dari pihak PT. KAPM melihat mereka sudah tidak ada di gudang. 
Dan diketahui semua peralatan yang digunakan untuk memperbaiki wales (rel KA) sudah tidak ada di tempat. Sebelum melapor ke polisi, pihak PT. KAPM dan pemenang tender mencoba menghubungi salah satu tersangka. 
“Para tersangka ini meminta uang tebusan Rp 15 juta jika ingin barangnya kembali. Tapi pihak PT. KAPM melaporkan ke Polsek Singosari. Berdasarkan laporan itulah, kami langsung bergerak menuju Bojonegoro dan menangkan mereka,” ungkap mantan KBO Reskrim Polres Malang ini. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :