Gencar Berantas Minuman Keras

 
MALANG – Menindaklanjuti banyaknya kasus masyarakat yang meninggal dunia karena minuman keras oplosan, Polres Malang selama ini gencar melakukan operasi miras di sejumlah tempat. Tidak hanya penjual eceran, polisi juga memburu pembuat atau produsennya. Selama 20 hari pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2017, sebanyak 25 ribu botol miras berbagai jenis dan merek berhasil diamankan.
Kemarin pagi, barang bukti miras tersebut dimusnahkan bersamaan dengan akan dimulainya Operasi Lilin Semeru 2017. Pemusnahan miras dilakukan di halaman Mapolres Malang, dengan disaksikan seluruh Muspida, stakeholder dan MUI Kabupaten Malang.
“Ada 25 ribu botol minuman keras berbagai merek dan jenis yang kami musnahkan. Selain itu, kami juga memusnahkan 12 drum besar berisi trobas yang kami sita dari seorang produsen asal Kecamatan Gedangan,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.
Operasi minuman keras yang dilakukannya selama ini, lanjutnya, tidak hanya pada penjual eceran saja. Tetapi anggota juga diperintahkan untuk memburu pembuat atau produsen. Dengan harapan, ketika produsennya ditangkap sudah tidak ada lagi minuman keras yang beredar dan dijual bebas di masyarakat.
“Sebanyak 25 ribu botol miras tersebut, kami amankan dari 15 orang tersangka saja. Operasi ini, akan terus kami tingkatkan. Karena selama ini, banyak kasus orang meninggal dunia karena minuman oplosan,” ujarnya.
Ketua MUI Kabupaten Malang, KH Fahdol Hija, mendukung langkah Polres Malang dan memberantas minuman keras yang beredar di wilayah Kabupaten Malang. Karena selain dilarang oleh agama, pengaruh miras tersebut juga akan merugikan diri sendiri dan mengganggu ketentraman masyarakat.
“Dengan pemberantasan minuman keras ini, maka secara tidak langsung akan menanggulangi atau menghilangkan kejahatan. Karena awal dari kejahatan adalah pengaruh minuman keras. Dan dalam agama, Allah SWT sama sekali tidak menghendaki,” jelas KH Fadhol Hija.
Selama ini, lanjutnya MUI Kabupaten Malang bersama dengan tokoh-tokoh agama sudah sering melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh minuman keras.“Tetapi karena dengan penyuluhan tidak bisa, maka ada penindakan dari pemerintah dalam hal ini adalah pihak Kepolisian,” tuturnya.(agp/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :