Batal Kencan, Hanya Tidur-tiduran

 
MALANG - Kematian Susiati, 32 tahun, warga Dusun Simping, Desa Turirejo, Lawang, masih menjadi teka-teki sampai sekarang. Polisi masih menunggu hasil Labfor Polri cabang Surabaya. Karena berdasarkan keterangan saksi teman prianya yang mengajak kencan, korban sama sekali tidak makan atau minum apapun.
"Kami juga masih menunggu hasil Labfor, untuk menyimpulkan penyebab kematiannya. Kemungkinan minggu depan hasilnya akan diketahui. Setelah itu nanti baru akan kami tindaklanjuti lagi," terang Kanitreskrim Polsek Lawang, Iptu Hadi Puspito.
Terkait kasus kematian Susiati, lanjut mantan Kanitreskrim Polsek Singosari ini, sudah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi. Salah satunya adalah teman pria korban saat bersama dalam kamar Hotel Gaya Baru, Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Kalirejo, Lawang. Teman laki-laki korban ini diketahui bernama Roy Saputro, warga Desa Turirejo, Lawang. Dalam keterangannya, Roy memang mengajak korban bermalam di hotel tersebut. Sedianya mereka akan memadu cinta dalam kamar nomor 20.
"Tetapi ketika mau bercinta, alasannya tidak jadi lantaran (maaf) burungnya tidak bisa berdiri. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk tidur," jelas Hadi Puspito.
Roy baru mengetahui korban tidak bernyawa, saat petugas Hotel mengetuk pintu memberitahu kalau waktunya check out. Saat itu, Roy berusaha membangunkan korban namun tidak ada reaksi dan ternyata sudah meninggal dunia.
"Mengetahui korban meninggal dunia, dia langsung takut dan menghubungi temannya. Kemudian pergi tidak kembali. Saat ini statusnya masih sebatas saksi," ujarnya.
Apakah korban diberi minuman? Dalam pengakuan Roy, dijelaskan kalau sama sekali korban tidak diberi minuman apapun. "Itulah kenapa kami masih menyelidiki penyebab kematiannya," tuturnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Susiati, Senin pagi ditemukan meninggal dunia. Ibu muda ini, ditemukan terkapar tak bernyawa dalam kamar Hotel Gaya Baru, Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Kalirejo, Lawang.
Apa penyebab kematiannya, masih misterius. Namun dari keterangan saksi, bahwa korban Minggu malam sekitar pukul 23.30, check in bersama dengan seorang laki-laki tak dikenal. Mereka kemudian masuk dalam kamar 20 di lantai dua. Selama semalam, keduanya sama sekali tidak keluar.
Baru Senin, pukul 08.00 saksi Suwardi, petugas hotel mengetuk pintu kamar. Suwardi mengatakan kalau waktunya check out. Namun pria yang bersama korban, meminta tambahan waktu dan langsung membayar.
Selang beberapa menit kemudian, pria misterius itu pamitan pergi untuk membeli makan. Tak lama kemudian, datang lagi. Ia lalu terlihat seperti orang bingung dengan menghubungi seseorang lewat telepon.Tak lama setelah telepon, datang teman laki-lakinya diantarkan tukang ojek. Kemudian keduanya naik ke kamar di lantai dua. Hanya sebentar, lalu temannya pergi naik ojek.
Sementara teman pria korban, pergi dengan berpamitan membeli pulsa. Namun sampai lama tidak kembali. Akhirnya petugas hotel yang curiga, mencoba mengecek ke dalam kamar. Saat itulah diketahui kalau korban tidak bernyawa dengan posisi terlentang di atas tempat tidur.(agp/jon/mar)

Berita Lainnya :