Doremi Sajikan Tari Bugil

 
MALANG – Polda Jatim menggerebek Doremi VIP Ruko Candi Trowulan kav 4-13 Jalan Candi Trowulan, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kamis dini hari. Diduga, papi dan mami (istilah untuk mucikari) dari pemandu lagu, menawarkan praktek striptease atau tari bugil untuk para tamu.
Dua orang diamankan dari karaoke Doremi Group tersebut, yakni inisial ARS, 31, warga Cimindi Barat, Desa Cibereum, Cimahi Selatan dan NH alias ELS, 40, warga Kelurahan Genteng Wetan, Genteng Banyuwangi. 
Hal ini ditegaskan oleh Kasubid Penerangan Masyarakat Polda Jatim, AKBP Eko Hengky, dalam rilis di Polda Jatim. “Telah terjadi tindak pidana perbuatan cabul sebagaimana diatur dalam pasal 296 KUHP, dan mengamankan dua tersangka,” kata Hengky. 
Penangkapan terhadap dua orang yang ternyata adalah papi dan mami dari kurang lebih 17 Ladies Companion (LC) di VIP Doremi, terjadi Kamis dini hari. Dalam room nomor 2 VIP, tamu inisial AG dan TS, ditemani oleh tiga LC, alias Melani, Diva dan Melati.  Setelah bernyanyi dan menuang minuman keras, suasana room semakin hot dan panas. Menurut Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Rama S Putra, terduga pelaku lalu menawarkan para purel untuk booking out (BO).
“Modus operandinya, menawarkan BO untuk melakukan tarian striptease dan dapat berhubungan intim di dalam kamar mandi room nomor 2 karaoke Doremi VIP Kota Malang,” jelas Rama.  Petugas unit asusila Subdit IV Ditreskrimum Polda Jatim pun melakukan penggerebekan.
Saat penggerebekan terjadi, suasana room langsung kalang kabut. Pasalnya, salah satu LC masih dalam kondisi asyik berhubungan dengan salah satu tamu di dalam kamar karaoke. Selain itu, LC tersebut juga tidak mengenakan sehelai kain pun.
“Ketika digerebek, ada salah satu pemandu lagu sedang asyik berhubungan di dalam kamar karaoke, kondisinya telanjang bulat,” kata Rama. Polda Jatim yang menggerebek, langsung mengamankan para tamu, LC serta papi-mami. 
Polisi mengamankan barang bukti berupa 3 BH dan celana dalam pink milik LC yang baru saja ‘dieksekusi’. Polisi pun menemukan satu alat kontrasepsi yang sudah terpakai dan tiga lainnya yang masih utuh. Semuanya dijadikan barang bukti. Selain itu, barang bukti lain yang diamankan antara lain uang sebanyak Rp 8,2 juta, 1 bendel tagihan, 3 buah hape serta 1 lembar tisu yang habis terpakai.
Menurut Rama, praktek layanan karaoke plus ini telah berjalan kurang lebih satu tahun. Doremi VIP sendiri menerapkan tarif bervariasi tergantung jenis room, minimal Rp 100 ribu per jam. Sedangkan, tarif untuk jasa ditemani menyanyi oleh pemandu lagu adalah Rp 300 ribuan per 3 jam. Sedangkan, bila ingin mendapatkan layanan striptease dan jamuan seksual, tamu wajib membayar sekitar Rp 1,2 juta sampai Rp 1,5 juta.
“Itu gak termasuk tarif karaokenya,” ungkap Rama. Menurut Rama, uang hasil booking out dan striptease yang disediakan atas perintah papi-mami tersebut, dibagi-bagi. 
Terduga pelaku ARS mendapat Rp 200 ribu, NH mengantongi Rp 300 ribu dan LC mengantongi Rp 700 ribu.  Polda Jatim kini masih melakukan pendalaman.
“Masih dilakukan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” ungkap Kaur Penum Polda Jatim, Kompol I Putu Mataram. Sementara itu, pihak manajemen VIP Doremi sendiri belum bisa dimintai keterangan. Robert Darma, manajer VIP Doremi, berjanji akan memberikan keterangan tentang situasi ini. 
“Nanti ya, saya telepon lagi. Saya masih di Surabaya dari Polda,” tutur Robert, dikonfirmasi wartawan. (fin/mar/jon)

Berita Lainnya :