Dendam Berujung Penjara


 
MALANG - Dendam membuat M Fahmi Ilmanudin, 24, meringkuk dalam penjara. Kemarin, warga Sukun Gempol, Kelurahan Tanjungrejo, Sukun ini ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Pakisaji karena kasus penganiayaan. Ia dibekuk di rumah kontrakannya di Perum Permata Asri, Desa Sitirejo, Wagir.
“Barang bukti yang kami amankan adalah sebilah pisau yang digunakan menganiaya korban,” ungkap Kanitreskrim Polsek Pakisaji, Ipda Sigit Kurniawan.
Penganiayaan itu terjadi dini hari kemarin. Korbannya Yanto Suratman, 27, warga Jalan Raya Wagir, Desa Kebonagung, Pakisaji. Kejadiannya di dalam Warnet Live Net, di Desa Kebonagung, Pakisaji.
Dijelaskan Sigit, antara korban dengan tersangka sebenarnya tidak saling kenal. Korban bekerja sebagai karyawan di Warnet Live Net, sedangkan tersangka seringkali berkunjung ke warnet tersebut untuk bermain game.
“Saya sering bermain ke warnet itu dulu. Selama datang ke warnet, sikap korban selalu tidak enak dengan saya. Padahal saya tidak punya salah dan selalu membayar saat bermain internet,” terang Fahmi, panggilan tersangka.
Merasa tersinggung itulah, tersangka pun langsung menaruh dendam. Ia merencanakan untuk melampiaskan sakit hatinya dengan memberi pelajaran kepada korban. Sabtu (23/12) dini hari, tersangka pun datang bersama dengan seorang temannya.
Setelah masuk, dia menghampiri korban yang duduk di kursi kasir. Ia menegur korban apa ingat dengannya. Cek-cok mulut pun terjadi, hingga akhirnya Fahmi mengeluarkan pisau dari balik bajunya. Ia menyabetkan pisau itu mengenai kepala dan tangan korban.
Teman Fahmi sebenarnya berusaha melerainya. Namun melihat korban bersimbah darah, mereka langsung kabur. Korban kemudian meminta pertolongan warga untuk dilarikan ke Puskesmas Pakisaji. Selanjutnya melaporkan penganiayaan itu ke petugas Polsek Pakisaji.
Berdasarkan laporan korban itulah, kemudian bersama-sama dengan Tim Buser Polres Malang menindaklanjutinya. Polisi memburu ke rumah tersangka di Sukun. Tetapi karena sudah pindah ke Wagir, perburuan dilakukan ke rumah kontrakan tersangka.
“Saya dendam karena sakit hati. Sikapnya yang membuat saya tersinggung. Karena sebelumnya sama sekali saya tidak pernah membuat masalah dengannya,” ujar pria bertubuh kurus yang tubuhnya penuh lukisan tato ini. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :