Sebelum Tewas, Pesta Miras Oplosan

 
MALANG – Penyebab kematian Susiati, 32 tahun, warga Dusun Simping, Desa Turirejo, Lawang, yang ditemukan meninggal dunia dalam kamar Hotel Gaya Baru, Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Kalirejo, Lawang, pada Senin (18/12) lalu mulai terkuak. Hasil penyelidikan polisi sementara, diduga karena minuman keras (miras) oplosan.
Demikian disampaikan Kanitreskrim Polsek Lawang, Iptu Hadi Puspito, kepada Malang Post kemarin. Ia mengatakan, bahwa sudah ada titik terang dugaan penyebab kematian ibu satu anak tersebut.
“Kemungkinan karena minuman yang bersifat racun atau oplosan. Namun untuk memastikannya, kami tetap menunggu hasil Labfor Polri cabang Surabaya,” ungkap Hadi Puspito.
Dijelaskannya, hasil dari penelurusannya, diketahui bahwa sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, sekitar pukul 10.00 korban sempat pesta miras oplosan. Pesta miras diadakan di rumah Roy Saputro, warga Desa Turirejo, Lawang. Roy adalah tempat pria yang mengajak korban check in di Hotel Gaya Baru.
“Ada enam orang yang saat itu pesta minuman keras. Mereka menghabiskan enam botol. Kemasan minumannya seperti Civas dan Red Label, namun isinya adalah oplosan,” jelas mantan Kanitreskrim Polsek Singosari ini.
Miras oplosan tersebut, diketahui dibeli dari Parelegi, Purwodadi, Pasuruan. Pesta miras selesai pukul 16.00. Kemudian Roy mengajak korban pergi ke salah satu tempat karaoke, dan mengajak teman lainnya janjian untuk ketemu.
“Kami sudah cek ke tempat karaoke, dan ternyata memang benar,” ujarnya.
Namun korban dan Roy, hanya sebentar saja di tempat karaoke itu. Keduanya kemudian jalan-jalan ke Kota Malang. Baru kemudian sekitar pukul 00.00, Roy mengajak korban check in di Hotel Gaya Baru. Sedianya akan mengajak berhubungan badan, tetapi tidak jadi lantaran Roy tidak bisa nafsu. Mereka pun memutuskan untuk tidur saja.
“Dua temannya yang ikut pesta miras sudah kami mintai keterangan. Mereka mengaku ada yang dadanya terasa sesak dan panas. Satu lagi mengatakan kalau matanya agak kabur, setelah pesta miras,” tuturnya.
Semua barang bukti yang digunakan saat pesta miras, sudah diamankan. Selanjutnya akan segera dikirim ke Labfor Polri cabang Surabaya. Ini dilakukan untuk mengetahui, apakah hasilnya identik dengan lambung korban, yang menyebabkan kematian.
“Jika nanti hasilnya identik, kasus ini akan segera kami gelar di Polres Malang. Kami akan meminta petunjuk untuk penentuan tersangka, tentang Undang-undang Kesehatan dan Pangan. Namun untuk sementara ini, semua orang yang telah kami periksa masih sebatas saksi,” tegasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Susiati, Senin pagi ditemukan meninggal dunia. Ibu muda ini, ditemukan terkapar tak bernyawa dalam kamar Hotel Gaya Baru, Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Kalirejo, Lawang. Apa penyebab kematiannya, masih misterius.
Namun dari keterangan saksi, bahwa korban Minggu malam sekitar pukul 23.30, check in bersama dengan seorang laki-laki tak dikenal. Mereka kemudian masuk dalam kamar 20 di lantai dua. Selama semalam, keduanya sama sekali tidak keluar.
Baru Senin pagi kemarin, pukul 08.00 saksi Suwardi, petugas hotel mengetuk pintu kamar. Suwardi mengatakan kalau waktunya check out. Namun pria yang bersama korban, meminta tambahan waktu dan langsung membayar. Selang beberapa menit kemudian, pria misterius itu pamitan pergi untuk membeli makan.
Tak lama kemudian, datang lagi. Ia lalu terlihat seperti orang bingung dengan menghubungi seseorang lewat telepon.Tak lama setelah telepon, datang teman laki-lakinya diantarkan tukang ojek. Kemudian keduanya naik ke kamar di lantai dua. Hanya sebentar, lalu temannya pergi naik ojek.
Sementara teman pria korban, pergi dengan berpamitan membeli pulsa. Namun sampai lama tidak kembali. Akhirnya petugas hotel yang curiga, mencoba mengecek ke dalam kamar. Saat itulah diketahui kalau korban tidak bernyawa dengan posisi terlentang di atas tempat tidur.(agp/jon)

Berita Lainnya :