Kebakaran Rumah, Satu Tewas

 
MALANG - Kebarakan hebat kembali menelan korban jiwa, Senin (25/12) pukul 01.30 WIB dinihari. Ayu Asyifa Putri, 24 tahun, salah satu putri Ikhwan Rohman, warga Jalan Mahakam No 06 RT 01 RW 03 Kelurahan Rampal Celaket, tewas setelah rumahnya ludes dilalap si jago merah. Diduga kuat, Ayu terjebak dalam kobaran api sehingga tidak bisa keluar. 
Apalagi, kebakaran terjadi malam hari dalam kondisi penghuni rumah sedang terlelap tidur. Selain Ayu, Ning Budiati, 80 tahun juga mengalami luka bakar cukup serius pada bagian wajah dan tangannya dan harus dirawas di RS Lavalet. Peristiwa mengemparkan itu menurut salah satu saksi Abdulloh Aulia Rahmad, 20 tahun diketahuinya setelah mendengar suara teriakan kaca pecah. 
"Saat itu saya habis keliling lihat kondisi sekitar pukul 01.00 WIB. Kemudian kembali ke pos jaga. Selang beberapa menit saya dengar suara kaca pecah. Kemudian saya cek ternyata rumah bapak Ikhwan Rohman telah terbakar," ujar Abdulloh kepada Malang Post.
Melihat kejadian ini, Abdulloh langsung berlari dan mendatangi lokasi dan mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah. Selain itu ia dan melihat menantu korban dan satu orang laki-laki sedang mencoba mendobrak pintu rumah untuk menyelamatkan diri. 
"Melihat itu saya langung dobrak pintu rumah depan dan ikut mengeluarkan ibu Ning Budiati ke teras depan dan meminta bantuan ke jalan. Namun tidak ada orang sama sekali," terangnya.
Usai meminta bantuan itu, ia mencoba kembali masuk dan mendengar salah satu korban di dalam kamar teriak lirih. Kemudian ia buka pintu kamar tengah."Saya tidak bisa masuk karena asap terlalu tebal dan api mulai membesar," bebernya.
Beberapa menit berlangsung, barulah warga datang membantu dengan membopong ibu Ning Budiati ke tepi jalan dari teras rumah. Semantara itu, Kapolsek Koljen, Andi menjelaskan, dalam rumah tersebut ada empat penghuni yaitu pemilik rumah Ning Mudianto, menantunya Ikhwan Rohman, putri Ikhwan bernama Ayu Asifa Putri  dan satu penghuni kos. 
"Dari kejadian tersebut, satu korban meninggal bernama Asifa terjebak di dalam kobaran api di dalam kamar. Sehingga tidak tertolong. Sedang untuk pemilik rumah Ning Mudianto harus dirawat di ICU RS Lavalet," jelasnya.
Andi menambahkan, petugas pemadam bersama tim relawan bisa memadamkan api sekitar 30 menit serta membantu mengevakuasi jenazah korban. Saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi lebih lanjut dan meminta bantuan kepada tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dan tim Inafis Polres Malang Kota.
"Kami masih melakukan koordinasi lebih lanjut dengan membentuk tim penyelidikan untuk mengetahui apakah ini musibah atau bukan. Sementara ini praduga terjadinya kebakaran adalah konsleting listrik di ruang tengah," pungkasnya. (eri/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...