Bayi Perempuan Ditelantarkan di Panti Asuhan


Malang Post, Bayi perempuan dalam kardus ditinggalkan ibunya di serambi Musala Panti Asuhan Ar-Rohman Yayasan Miftakhul Khoir, Kauman, Kelurahan/Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Senin (25/12) malam.
Sang ibu bayi disebut harus bekerja ke luar kota, sementara pihak keluarga enggan mengasuh bayi malang itu. Kisah pilu itu diketahui, setelah selembar kertas berisi rangkaian kalimat permohonan dan pesan, juga dijumpai di dalam kardus bersama bayi.
Dalam kalimat di kertas bergaris itu, seakan-akan ditulis tangan oleh sang ibu, dengan memulai kalimat sebuah nama, “Syakira Putri Nadya”. Diperkirakan kutipan nama itu ditujukan kepada bayi cantik dalam kardus yang ditinggal di depan Musala.
Selanjutnya, tulisan diteruskan dengan sebuah permintaan agar bersedia menerima titipan bayi, anaknya. Diungkapkan dalam surat, permohonan sepertinya terpaksa dilakukan, karena ayah si jabang bayi pergi meninggalkan mereka.
Sementara orangtua sang ibu (kakek/nenek bayi), enggan menerima bayi yang diperkirakan berusia belum genap seminggu itu. Dimungkinkan kondisi ekonomi juga menjadi desakan, sehingga ibu bayi ini seperti minja ijin bekerja ke luar kota.
Tulisan kemudian diakhiri dengan permintaan untuk menjaga anaknya, Syakira Putri Nadya”. Petugas Polres Pasuruan, mengaku membentuk tim khusus untuk mencari orangtua bayi perempuan itu dan mempelajari surat yamg ditinggalkan bersama bayi.
Hal ini disampaikan Kapolres Pasuruan, AKBP Raydian Kokrosono saat meninjau kondisi Syakira, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pasuruan, Lia Kokrosono di Puskesmas Purwodadi, kemarin siang.
Ditegaskan, penelantaran anak bisa dikenakan hukuman, sebagaimana undang – undang yang mengatur tentang perlindungan anak. Hanya saja, bila nanti berhasil mengungkap sosok orangtua bayi malang itu pihaknya belum akan menetapkan penerapan hukuman.
“Kami tidak tahu apa harus ada proses hukum atau tidak. Tapi yang jelas kami ingin orang tuanya bertanggung jawab. Kalau semisal tidak mau tanggung jawab, saya siap merawat bayi Syakira ini,” ujar Raydian, panggilannya.
Menurut dia, pihaknya fokus mencari tahu keberadaan ayah dan ibu bayi, dimulai dengan meneliti pesan tertulis yang ditinggalkan di dekat Syakira. Ia berharap saat ini sudah ada petunjuk yang bisa menuntunnya untuk menemukan orang tua Syakira.
“Kami fokus untuk meminta pertanggung jawaban orangtua. Kami minta untuk merawat anaknya, sekaligus tidak mengulangi perbuatannya. Apapun kondisinya, anak harus dirawat dan dijaga. Kalau dibuang seperti ini sama seperti halnya ditelantarkan,” tegasnya.
Raydian dan istrinya tidak menyangka ada orangtua tega membuang bayi Syakira yang memiliki panjang 48 sentimeter dan berat 2,8 kilogram tersebut. “Wahhh, cantik bangeet. Siapa sih orang tuanya, kasihan anak ini. Cantik dan bersih sekali,” kata Lia Kokrosono. (wb/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :