Ikhlas Kalau Bapak Dipenjara


Malang Post, FINKA Desi Rahmasari, 16 dan Devi Nurwanti, 15, dua bersaudara ini menjadi saksi mata, upaya percobaan pembunuhan yang dilakukan ayahnya, Suwandi, terhadap ibunya, Wiwin Sri Wahyuni. Mereka melihat sendiri, ibunya bersimbah darah setelah ditusuk pisau oleh ayahnya.
Mereka langsung berlari menuju ibunya, begitu mendengar suara teriakan minta tolong. Saat itu, ia melihat ibunya bersimbah darah sembari mengerang kesakitan. Sementara ayahnya, terlihat buru-buru keluar dari ruang dapur.
"Waktu itu saya sempat menarik tangan ayah. Dan berteriak minta tolong," ucap Devi. Keduanya mengatakan, bahwa ibu dan ayahnya sudah lama pisah ranjang. Sudah sekitar dua tahun. Selama ini, tersangka juga sering meminta uang kepada ibunya.
Katanya menagih uang warisan yang diberikan kepada ibunya. Padahal, dari pengakuan mereka sama sekali ibunya tidak menerima uang warisan. Jika tidak diberi, selalu marah-marah. Dan bahkan tersangka mengancam akan membunuh.
“Selama ini ibu juga tidak pernah diberi nafkah. Kalau minta uang harus selalu diberi, kalau tidak akan marah,” ujar mereka. Dengan kejadian yang dialami oleh ibunya, Finka dan Devi mengaku ikhlas jika ayahnya harus dipenjara.
Apalagi, mereka mengaku juga sering dipukuli oleh ayahnya. “Kalau saya ikhlas jika ayah dipenjara. Kasihan ibu, yang harus kesakitan,” tutur Devi. “Saya juga ikhlas, karena dulu sering dipukuli,” sambung Finka.
Sutaep, kakek Finka dan Devi yang menemani di Mapolsek Pakisaji, mengatakan kalau selama ini tersangka memang temperamental. “Sering marah sendiri, dan selalu mengancam kalau sedang marah,” tegas Sutaep. (agp/mar/jon)

Berita Lainnya :