Ditabrak Backhoe 45 Ton, 4 Mahasiswa Selamat


BATU - Galang Bima (18), Faris Firdausi (18), Soni (18) dan Farhan (18), mahasiswa yang sedang dalam perjalanan ke Kediri ini tidak akan pernah menyangka, momen istirahat mereka di Kelurahan Dadaprejo disambut petaka.  
Saat itu, mereka memutuskan berhenti di pinggir jalan karena vespa yang baru saja dibeli Soni mogok. Mereka memutuskan istirahat sambil menunggu mesin dingin. “Mendadak dari arah barat, kami mendengar suara bunyi bising sekali, seperti besi yang saling beradu, riuh sekali, bergemuruh sangat hebat. Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi, tahu-tahu tubuh kami terdorong, kejadiannya cepat sekali,” ujar Faris.
Tubuh Faris terjatuh lalu terdorong motor Vario miliknya, begitu juga dengan tiga temannya yang lain. Dalam kondisi gelap gulita, ia sempat melihat benda yang menabrak motor mereka (yang akhirnya diketahui adalah backhoe) juga menabrak mobil Estrada yang saat kejadian terparkir di pinggir jalan.
Faris bersyukur, meski tiga motor (Vespa, Vario, Vixion) yang mereka kendarai rusak parah, ia dan teman-temannya selamat. Motor-motor itulah yang menyelamatkan nyawa keempatnya. Backhoe mendorong motor-motor itu dengan kuat, mereka terjatuh dan terdorong oleh motor, namun tidak sampai tertimpa kendaraan itu. Hanya Galang Bima yang kaki sebelah kirinya terkilir saat kejadian dan tertindih bongkahan tembok.
“Kejadiannya sangat cepat, begitu tabrakan terjadi, terdengar ledakan begitu keras, tiba-tiba trafo meledak, suasana langsung gelap gulita, hingga kita tidak tahu benda apa yang menabrak kita,” tutur Galang.
Dalam sekejap tempat kejadian pun porak poranda, karena dua benda raksasa ini merusak 9 rumah milik  Imam, Suharto, Turiono, Heru Suwandono, Gayon Suyanto, Dwi Sudarto (alm) dan Agus.
Kecelakaan parah dini hari itu diduga karena rem truk blong. Meski di awal perjalanan lancar, Imam Syafii merasakan kendali truk sedikit oleng setelah melewati tikungan menurun. “Ternyata rem tidak berfungsi lagi. Truk makin tidak terkendali, sehingga backhoe terlempar,” ujar Imam Syafii, sopir truk.
Imam memastikan, saat itu ia tidak dalam keadaan mengantuk, karena baru beberapa saat keluar dari obyek wisata Jatim Park 3. Senin (25/12) pagi, ia mendapat perintah dari perusahaan untuk mengambil backhoe seberat 45 ton di Jawa Timur Park 3 yang berada di Jl Soekarno, Desa Beji.
Saat itu, selain bersama Kusmianto, ia mengajak istri dan lima anaknya. Ia berpikir sekalian mengajak anak-anaknya yang semuanya putus sekolah (karena tidak ada biaya) ini untuk berjalan-jalan. “Kasihan mereka pingin berlibur, karena itu saya ajak serta untuk sekadar jalan-jalan,” ujarnya.
Mereka berangkat dari Surabaya sekitar pukul 18.00, sampai di Jatim Park 3 sekitar pukul 22.00, namun baru jam 24.00 backhoe dinaikkan ke atas doli (truk gandeng) dan baru selesai pukul 01.00 dini hari (Selasa, 26/12).
Pukul 01.20, truk ini pun keluar dari Jatim Park 3 menuju Surabaya. Menurut Imam, tidak ada tanda-tanda rem mengalami kerusakan. Ia baru merasa saat di tikungan, rem truk mendadak hilang.
Truk menjadi tidak terkendali dan oleng. “Saya sulit mengendalikan truk kemudian backhoe di atasnya terlepas, setelah itu saya tidak tahu apa yang terjadi,” ujar Imam.
Kusmianto yang berada di kabin truk sebelah kiri pun merasa, kejadian berlangsung begitu cepat, hingga ia sama sekali tidak memiliki peluang untuk menghindar. “Hanya bisa pasrah,” ujarnya.

Berita Lainnya :

loading...