Tewasnya Serma Achmad, Motif Akibat Pemerasan

MALANG - Pembunuhan Serma Achmad, Ba Ton Kom Denma Divif 2 Kostrad, dilakukan seorang diri. Pelakunya diketahui juga sesama anggota berinisial Serda EV. Motif pembunuhan tersebut karena pemerasan. Saat ini, kasusnya sedang didalami oleh Denpom Divif 2 Kostrad Singosari.
Kepala Penerangan Divif 2 Kostrad Singosari, Mayor Inf Bonny Vidri Anggoro,  dikonfirmasi terkait kebenaran pengungkapan kasus pembunuhan tersebut, masih belum bisa memberikan keterangan secara resmi. Ia mengatakan kasusnya masih didalami dan masih pengembangan.
"Saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan pihak Polisi Militer. Dan kami masih terus berupaya mengembangkan kasus ini. Apabila sudah jelas hasilnya, kami akan sampaikan," ungkap Bonny.
Informasi yang didapat di lapangan, bahwa pembunuhan terhadap Serma Achmad, karena bermotif pemerasan. Ceritanya, pada Sabtu (23/12) korban bersama istrinya Ny NA berboncengan sepeda motor Honda Beat berangkat dari Asmil Divif 2 Kostrad, menuju Sumber Waras, Lawang.
Mereka berencana menemui Serda EV di tempat kosnya. Namun yang menemui hanya istri Serma Achmad. Sedangkan korban menunggu di depan Indomaret seberang jalan. Setelah Ny NA bertemu dengan Serda EV, mereka langsung masuk kamar kos dan menutup pintu. Di dalam kamar, Serda EV mengajak ngobrol, sembari melepasi pakaiannya.
Ketika Serda EV, melepas pakaiannya, korban langsung masuk kamar kos sembari mengambil gambar video dan foto, serta mengatakan kalau Ny NA adalah istrinya. Bukti gambar dan video itu, digunakan korban untuk memeras dan menakut-nakuti. Korban meminta uang sebesar Rp 50 juta, agar tidak sampai dilaporkan ke pimpinannya.
Selanjutnya, korban mengajak Serda EV, ke lapangan bola Sumber Waras. Sementara Ny NA, pergi lebih dahulu menunggu depan RS Brawijaya Lawang. Di lapangan itu, korban memukul Serda EV dan mengancam dengan sangkur. Ia minta uang Rp 50 juta diberikan dalam kurun waktu 5 hari.
Meskipun Serda EV, sudah meminta maaf namun tidak dihiraukan. Dalam kondisi kalut itulah, Serda EV merebut sangkur dan menusukkan ke leher kanan dan kiri, serta kepala belakang. Begitu korban sudah meninggal, Serda EV mencari pinjaman mobil Avanza untuk mengangkut jenazah korban, lalu membuangnya di saluran air Desa Dengkol, Singosari. Baru Minggu paginya, tubuh korban ditemukan oleh warga.
Sementara, dari keterangan Ny NA yang sudah dimintai keterangan, bahwa dirinya memang sering dijadikan umpan oleh suaminya (Serma Achmad), dengan modus berkenalan lewat media sosial untuk menjebak anggota. Begitu ada anggota yang tertarik, biasanya langsung diajak bertemu di sebuah hotel.
Saat pertemuan itulah, secara tiba-tiba langsung datang Serma Achmad. Korban lantas meminta uang ganti pada para korban, jika tidak mau dilaporkan ke satuan anggota. Ada enam orang yang telah menjadi korbannya. Semuanya dimintai uang antara Rp 4 juta sampai Rp 50 juta. 
Namun baru tiga korban yang sudah menyerahkan uang, sementara tiga lainnya belum. Dikonfirmasi soal informasi itu, dan proses perkembangan pemeriksaan untuk istri Serma Achmad, lagi-lagi Bonny Vidri Anggoro, belum bisa memberikan keterangan resminya."Masih diselidiki pihak Polisi Militer Mas," jawabnya singkat.(agp/mar/jon)

Berita Lainnya :